14 Poin Manajemen Deming
Diterbitkan: 2022-10-15Daftar isi
Apa itu 14 Poin Deming?
14 Poin Manajemen Deming adalah prinsip untuk mengubah organisasi dari bentuk saat ini ke salah satu optimasi dan efisiensi. Mereka adalah dasar untuk perbaikan berkelanjutan dan manajemen kualitas. Berdasarkan pengalamannya bekerja dengan industri di Amerika Serikat, Jepang, dan negara lain, Deming menciptakan 14 poin yang dapat digunakan organisasi untuk meningkatkan kualitas dan kinerja.
14 poin ini adalah poin fundamental untuk mengubah industri [Amerika]. 14 prinsip adalah sinyal bahwa manajemen cenderung untuk terus beroperasi dan melindungi investor dan pekerjaan. Mekanisme seperti itu menjadi dasar pelatihan bagi manajemen puncak Jepang pada tahun 1950 dan tahun-tahun berikutnya.
Siapakah Dr. W. Edwards Deming?

William Edwards Deming adalah seorang ahli statistik, profesor, penulis, dosen, dan konsultan manajemen Amerika. Dia mungkin paling dikenal karena karyanya dalam manajemen kualitas, yang dia bantu kembangkan saat bekerja di industri di Amerika Serikat selama tahun 1940-an dan 1950-an.
Selama Perang Dunia II, Deming adalah anggota tim yang merancang dan mengembangkan metode statistik untuk pengambilan sampel tabung radio yang diproduksi untuk militer. Setelah perang, ia bekerja sebagai konsultan untuk membantu bisnis Jepang meningkatkan kualitas dan kinerja mereka.
Pada tahun 1950, ia menerbitkan sebuah makalah berjudul “Some Theory of Sampling” yang menguraikan ide-idenya tentang pengendalian kualitas statistik. Ide-ide ini membentuk dasar untuk apa yang sekarang dikenal sebagai 14 Poin Deming.
Mengapa menggunakan Poin Manajemen Deming?
Manajer dapat mengambil manfaat dari ide-ide Deming dengan mengidentifikasi dan mengoreksi karakteristik organisasi yang mencegah kemajuan.
Semua idenya revolusioner, dengan fokus pada kepemimpinan dan jaminan kualitas. Konsep yang dikembangkan oleh Deming dan pemikir terkemuka lainnya berlaku untuk ukuran atau bentuk perusahaan apa pun. Mengikuti prinsip diperlukan untuk menerapkan strategi manajemen yang komprehensif yang menggabungkan sistem dan orang.
Penerapan 14 Poin Manajemen Deming telah menghasilkan peningkatan kualitas dan produktivitas dalam organisasi di seluruh dunia. Prinsip-prinsip yang digariskan oleh Deming dapat diterapkan pada organisasi mana pun, dalam industri apa pun, untuk membantu mencapai kualitas dan produktivitas.
14 Poin Manajemen Deming

1. Ciptakan Tujuan Konstan Menuju Peningkatan
Langkah pertama adalah menetapkan tujuan untuk organisasi dan semua orang di dalamnya. Tujuannya harus menjadi sesuatu yang menyatukan semua orang di perusahaan, seperti meningkatkan kualitas atau menjadi pemimpin pasar. Setelah tujuan ditetapkan, itu harus dikomunikasikan kepada semua orang dalam organisasi.
Keteguhan tujuan adalah tentang pemikiran sistem jangka panjang dan terus berfokus pada peningkatan produk dan layanan. Daripada berfokus pada solusi jangka pendek untuk masalah saat ini, organisasi mengambil pendekatan jangka panjang, berpikir secara strategis dan mengalokasikan sumber daya untuk penelitian dan pendidikan. Terus-menerus mengembangkan inovasi dan mengutamakan pelanggan membantu membangun hubungan saling percaya dan memastikan organisasi tetap kompetitif dan sukses.
Pemikiran sistem jangka panjang dan fokus yang berkelanjutan pada peningkatan produk dan layanan adalah inti dari tujuan yang tetap. Alih-alih berfokus pada solusi langsung untuk masalah saat ini, bisnis mengambil sudut pandang jangka panjang, dengan pertimbangan merencanakan ke depan, dan berinvestasi dalam penelitian dan pendidikan. Pengembangan inovasi yang konstan dan mengutamakan konsumen membantu dalam membangun hubungan kepercayaan sambil juga memastikan bahwa suatu organisasi kompetitif, sukses, dan berorientasi pada hasil.
2. Mengadopsi Filosofi Baru
Agar organisasi dapat berkembang, setiap orang harus mengubah cara mereka berpikir tentang pekerjaan mereka. Filosofi baru didasarkan pada 14 poin Deming, yang menekankan kualitas, kerja tim, dan peningkatan terus-menerus.
Poin ini adalah tentang mendapatkan dukungan dari karyawan. Agar organisasi dapat berkembang, setiap orang harus mengikuti filosofi baru. Ini berarti bahwa manajemen harus memimpin dengan memberi contoh dan menciptakan lingkungan di mana karyawan merasa nyaman mencoba hal-hal baru dan membuat kesalahan.
3. Berhenti Bergantung pada Inspeksi
Inspeksi sering digunakan sebagai ukuran kontrol kualitas, tetapi Deming percaya bahwa mereka sebenarnya kontraproduktif. Dia berpendapat bahwa inspeksi harus diganti dengan metode statistik yang berfokus pada pencegahan cacat.
Poin ini adalah tentang tindakan pencegahan daripada tindakan korektif. Dengan berfokus pada pencegahan, organisasi dapat menghindari banyak masalah yang timbul dari cacat. Ini membutuhkan pergeseran pemikiran dari inspeksi ke kontrol kualitas.
4. Gunakan Pemasok Tunggal untuk Setiap Satu Item
Deming percaya bahwa organisasi harus mengembangkan hubungan jangka panjang dengan pemasok untuk memastikan kualitas dan menghindari gangguan dalam rantai pasokan. Dia juga berpendapat bahwa bisnis seharusnya hanya menggunakan satu pemasok untuk setiap item, daripada mencoba mencari dari beberapa pemasok.
Dengan memiliki satu pemasok untuk setiap item, bisnis dapat menghindari banyak masalah yang muncul ketika banyak pemasok terlibat.
5. Tingkatkan Terus dan Selamanya
Organisasi harus terus berusaha untuk meningkatkan produk dan layanan mereka. Ini membutuhkan komitmen tanpa akhir terhadap kualitas dan inovasi terus-menerus.
Poin ini adalah tentang selalu meningkatkan dan tidak pernah puas dengan status quo. Organisasi harus terus berusaha untuk meningkatkan produk dan layanan mereka. Dengan terus meningkatkan, bisnis dapat mempertahankan keunggulan kompetitif dan memastikan kepuasan pelanggan.
6. Gunakan Pelatihan
Semua karyawan harus menerima pelatihan yang khusus untuk pekerjaan mereka. Ini akan membantu mereka memahami tujuan organisasi dan bagaimana pekerjaan mereka sesuai dengan gambaran yang lebih besar.

Poin ini adalah tentang memberi karyawan pelatihan yang mereka butuhkan untuk berhasil dalam pekerjaan mereka. Dengan memberikan pelatihan yang memadai kepada karyawan, bisnis dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas.
7. Menerapkan kepemimpinan
Salah satu kutipan Deming yang paling terkenal adalah, “Kepemimpinan bukanlah peringkat yang Anda promosikan. Itu adalah pilihan yang Anda buat.” Dia percaya bahwa siapa pun dalam suatu organisasi dapat menjadi pemimpin, terlepas dari posisinya.
Poin ini adalah tentang kepemimpinan menjadi sesuatu yang datang dari dalam. Pemimpin adalah mereka yang mengambil inisiatif dan menginspirasi orang lain untuk melakukan hal yang sama. Dengan mendorong kepemimpinan di semua tingkatan, bisnis dapat menciptakan budaya inovasi dan peningkatan.
8. Menanamkan Suasana Tanpa Rasa Takut
Ketakutan adalah salah satu hambatan terbesar untuk kualitas dan peningkatan. Deming percaya bahwa karyawan harus merasa nyaman berbicara dan menawarkan ide-ide baru. Ini hanya bisa terjadi jika mereka merasa aman dari pembalasan. Karyawan harus merasa bebas untuk menyuarakan pendapat mereka dan berbagi ide. Suasana terbuka ini akan menumbuhkan kreativitas dan inovasi.
Poin ini adalah tentang menciptakan lingkungan di mana karyawan merasa bebas dalam berbagi pemikiran mereka. Dengan menciptakan lingkungan yang bebas rasa takut, bisnis dapat mendorong kreativitas dan meningkatkan kualitas secara keseluruhan.
9. Hancurkan hambatan antar departemen
Deming percaya bahwa silo antar departemen menghambat kualitas dan kolaborasi. Dia berpendapat bahwa bisnis harus mendobrak hambatan ini sehingga karyawan dapat bekerja sama secara lebih efektif. Ini akan membantu memastikan bahwa setiap orang bekerja menuju tujuan yang sama.
Poin ini adalah tentang mendobrak penghalang antar departemen. Dengan meruntuhkan hambatan ini, bisnis dapat meningkatkan komunikasi dan kolaborasi.
10. Hilangkan Slogan, Seruan, dan Penetapan Target
Slogan sering digunakan dalam upaya untuk memotivasi karyawan. Namun, Deming percaya bahwa mereka tidak efektif dan benar-benar dapat menurunkan motivasi karyawan. Slogan, nasihat, dan penetapan target seringkali kontraproduktif. Mereka menciptakan lingkungan ketakutan dan ketidakpercayaan.
Oleh karena itu, poin ini adalah tentang menghilangkan slogan, himbauan, dan penetapan target. Dengan menghilangkannya, bisnis dapat meningkatkan komunikasi dan kepercayaan.
11. Hilangkan Manajemen berdasarkan Tujuan
Deming percaya bahwa manajemen dengan tujuan adalah cara yang tidak efektif untuk mengelola karyawan. Dia berpendapat bahwa hal itu menciptakan perasaan persaingan dan ketidakpercayaan di antara karyawan.
Poin ini adalah tentang menghilangkan manajemen berdasarkan tujuan. Deming percaya bahwa itu menciptakan perasaan persaingan dan ketidakpercayaan di antara karyawan. Dengan menghilangkan praktik ini, bisnis dapat meningkatkan komunikasi dan kepercayaan.
12. Hapus Hambatan untuk Kebanggaan Pengerjaan
Karyawan harus bangga dengan pekerjaan yang mereka lakukan. Ini membutuhkan menghilangkan hambatan apa pun yang mencegah mereka untuk bangga dengan pekerjaan mereka.
Poin ini adalah tentang menciptakan lingkungan di mana karyawan dapat bangga dengan pekerjaan mereka. Dengan menghilangkan hambatan ini, bisnis dapat meningkatkan moral dan motivasi karyawan.
13. Mendorong Pendidikan dan Peningkatan Diri untuk Semua Orang
Deming percaya bahwa bisnis harus mendorong karyawan untuk belajar dan tumbuh. Hal ini dapat dilakukan melalui program pendidikan dan pelatihan. Bisnis juga harus memberikan kesempatan bagi karyawan untuk meningkatkan keterampilan mereka.
Poin ini adalah tentang mendorong pendidikan dan peningkatan diri untuk semua orang. Dengan mendorong pendidikan dan perbaikan diri, bisnis dapat meningkatkan semangat dan motivasi karyawan.
14. Tempatkan Semua Orang di Perusahaan untuk Bekerja pada Transformasi
Deming percaya bahwa bisnis harus melibatkan semua orang dalam proses peningkatan kualitas. Setiap orang harus menyadari tujuan dan sasaran. Mereka juga harus terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan inisiatif peningkatan kualitas.
Poin ini adalah tentang melibatkan semua orang dalam proses peningkatan kualitas. Setiap orang harus menyadari tujuan dan sasaran. Dengan melibatkan semua orang dalam prosesnya, bisnis dapat meningkatkan komunikasi dan kolaborasi. Ini akan membantu memastikan bahwa setiap orang bekerja menuju tujuan yang sama.
Efektivitas 14 Poin Deming untuk Manajemen
14 poin Deming efektif dalam menyelesaikan masalah berkualitas rendah dan meningkatkan komunikasi manajemen.
14 poin Deming adalah seperangkat prinsip manajemen yang menurut Deming akan menghasilkan peningkatan kualitas dan produktivitas. Poin-poin tersebut pertama kali dipresentasikan dalam Out of the Crisis, buku Deming tentang manajemen kualitas dan statistik.
Sistem peringkat tahunan atau merit sering dilihat sebagai poin Deming yang paling kontroversial. Deming berpendapat bahwa sistem ini menumbuhkan mentalitas "menyalahkan pekerja" dan mengarah pada penurunan moral dan kualitas. Sebaliknya, Deming mengusulkan bahwa manajemen harus fokus pada peningkatan sistem dan proses, daripada menemukan kesalahan pada pekerja. Gaya manajemen Barat sering menekankan pencapaian individu dan akuntabilitas individu. Deming berpendapat bahwa gaya manajemen ini kontraproduktif dalam konteks peningkatan kualitas. Sebaliknya, ia menganjurkan pendekatan "tim", di mana pekerja dilihat sebagai bagian dari sistem yang lebih besar dan didorong untuk bekerja sama demi kebaikan bersama.
Komunikasi yang terbuka dan jujur sangat penting agar 14 poin Deming menjadi efektif. Deming percaya bahwa manajer harus berbagi informasi secara terbuka dengan pekerja dan bahwa pekerja harus merasa bebas untuk berbagi ide dan kekhawatiran mereka dengan manajemen. Komunikasi yang terbuka dan jujur ini akan membantu mengidentifikasi masalah sejak dini dan mencegahnya menjadi masalah yang lebih besar.
Pelanggan internal adalah seseorang yang menerima produk atau layanan dari departemen lain dalam perusahaan yang sama. Deming berpendapat bahwa penting untuk memperlakukan pelanggan internal dengan rasa hormat dan perhatian yang sama seperti pelanggan eksternal. Bisnis pemberian penghargaan harus didasarkan pada kualitas, bukan kuantitas. Deming berpendapat bahwa pemberian bisnis kepada penawar terendah sering kali menghasilkan produk dan layanan berkualitas lebih rendah. Sebaliknya, Deming mengusulkan bahwa bisnis harus diberikan berdasarkan kemampuan mereka untuk menghasilkan produk dan layanan berkualitas tinggi.
Kesimpulan!
14 poin Deming adalah seperangkat pedoman bagi bisnis untuk meningkatkan kualitas. Mereka didasarkan pada prinsip-prinsip perbaikan terus-menerus dan keterlibatan karyawan. Dengan mengikuti panduan ini, bisnis dapat mendorong kreativitas karyawan dan meningkatkan kualitas secara keseluruhan.
Secara total, 14 Poin Deming dapat diringkas menjadi empat kategori utama: kepemimpinan lembaga, Penurunan Biaya Secara Konstan, Pelatihan Lembaga, dan Sistem Manajemen Mutu.
Kepemimpinan lembaga harus berkomitmen untuk perbaikan lembaga secara terus-menerus. Mereka juga harus menyediakan sumber daya dan dukungan bagi karyawan untuk terlibat dalam kesempatan belajar. Biaya yang terus menurun adalah cara Deming untuk mengatakan bahwa kualitas harus menjadi prioritas bagi bisnis. Dengan mengurangi biaya, bisnis dapat meningkatkan keuntungan dan menyediakan produk dan layanan yang lebih baik kepada pelanggan.
Institute Training membantu karyawan memahami filosofi Deming dan bagaimana mempraktikkannya. Karyawan perlu dilatih dengan baik agar dapat menerapkan 14 Poin Deming secara efektif. Sistem Manajemen Mutu adalah poin terakhir Deming. Dia berpendapat bahwa bisnis perlu menerapkan sistem manajemen kualitas untuk memastikan bahwa produk dan layanan memiliki kualitas tertinggi.
14 Poin Deming adalah titik awal yang bagus untuk bisnis yang ingin meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya. Dengan mengikuti poin-poin ini, bisnis dapat menciptakan sistem manajemen mutu yang akan meningkatkan produk dan layanan mereka dan meningkatkan keuntungan mereka.
