Pembagian Kerja – Pengertian, Kelebihan, Kekurangan dan Contohnya

Diterbitkan: 2022-08-30

Pembagian kerja adalah proses dimana pekerjaan dibagi antara orang atau kelompok yang berbeda. Ini adalah cara untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas dengan spesialisasi. Pembagian kerja adalah teknik untuk mendistribusikan dan mengelola pekerjaan. Ini melibatkan membagi tugas produksi besar menjadi banyak, atau banyak, sub-tugas untuk mencapai efisiensi.

Pentingnya pembagian kerja dalam ilmu ekonomi adalah bahwa alih-alih membutuhkan jumlah pekerja yang sama untuk menghasilkan jumlah output yang sama, menerapkan pembagian kerja memungkinkan lebih banyak output diproduksi dengan lebih sedikit orang. Pembagian kerja telah menjadi ciri utama masyarakat industri sejak awal Revolusi Industri. Ini pertama kali diperkenalkan di pabrik, di mana pekerja ditugaskan untuk tugas-tugas tertentu untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

Daftar isi

Apa itu Pembagian Kerja?

Pembagian kerja mengacu pada pembagian tugas kerja di antara individu-individu sehingga setiap orang melakukan tugas khusus. Pekerja yang berspesialisasi dalam satu tugas dapat menghasilkan lebih banyak daripada pekerja yang tidak terspesialisasi.

Setiap individu manusia terbatas dalam banyak hal - dalam kekuatan mereka, dalam energi mereka, dan yang paling penting dalam waktu mereka. Pembagian Kerja adalah cara yang efektif untuk memanfaatkan semua keterbatasan ini untuk menghasilkan lebih dari apa yang mampu dilakukan oleh satu orang.

Pembagian kerja memiliki dua efek utama pada efisiensi ekonomi

  1. Ini meningkatkan output dengan memungkinkan pekerja untuk berspesialisasi dalam tugas-tugas tertentu.
  2. Ini mengurangi biaya produksi dengan mengurangi waktu dan usaha yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas.

Salah satu aspek terpenting dari sejarah manusia adalah pembagian kerja. Ini adalah proses dimana tugas yang berbeda dialokasikan untuk orang atau kelompok yang berbeda, biasanya sesuai dengan keterampilan atau kemampuan mereka. Pembagian kerja sangat penting bagi perkembangan peradaban, karena memungkinkan efisiensi dan produktivitas yang lebih besar.

Pembagian kerja diperkirakan berasal dari hari-hari awal sejarah manusia ketika hanya sebagian kecil dari populasi yang terlibat dalam pertanian dan sisanya terlibat dalam berburu dan mengumpulkan. Ketika populasi tumbuh dan kebutuhan akan makanan meningkat, menjadi perlu untuk mengalokasikan tugas yang berbeda untuk orang yang berbeda. Pembagian kerja ini akhirnya mengarah pada pengembangan jalur perakitan dan bentuk produksi massal lainnya.

Arti dari Pembagian Kerja

Arti dari Pembagian Kerja

Pembagian kerja sering disebut-sebut sebagai salah satu faktor kunci di balik keberhasilan masyarakat industri. Diperkirakan pertama kali muncul selama Revolusi Industri ketika pabrik-pabrik mulai menggantikan bengkel-bengkel kecil. Pembagian kerja memungkinkan penggunaan sumber daya yang lebih efisien dan menghasilkan peningkatan output yang signifikan.

Seiring waktu, pembagian kerja telah diadopsi dalam pengaturan lain, seperti kantor dan bisnis. Pembagian kerja bukannya tanpa kritik, yang berpendapat bahwa hal itu dapat menyebabkan keterasingan dan eksploitasi. Namun, para pendukung pembagian kerja berpendapat bahwa itu adalah cara yang perlu dan efisien untuk mengatur pekerjaan dalam masyarakat industri. pembagian kerja, kerja, efisiensi, produktivitas, spesialisasi, tugas, keluaran, definisi pembagian kerja, pembagian ekonomi tenaga kerja, pembagian kerja Revolusi Industri, pembagian kerja dalam bisnis. Adam Smith menciptakan frase pembagian kerja dalam bukunya tahun 1776 A Wealth of Nations.

Di negara maju, pembagian kerja sering dianggap biasa. Namun, di negara berkembang, di mana kondisi ekonomi seringkali lebih sulit, pembagian kerja dapat menjadi alat vital bagi pembangunan ekonomi. Dengan memungkinkan orang yang berbeda untuk berspesialisasi dalam tugas yang berbeda, pembagian kerja dapat membantu meningkatkan produktivitas dan menciptakan lapangan kerja. Ini juga dapat membantu mengurangi kemiskinan dengan memberi orang kesempatan untuk mendapatkan penghasilan.

Pembagian kerja juga dapat dilihat sebagai bentuk eksploitasi, karena dapat mengakibatkan pekerja dibayar dengan upah yang sangat rendah. Dalam beberapa kasus, pembagian kerja juga dapat menyebabkan degradasi lingkungan, karena dapat mendorong eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan.

Teori kuno tentang Pembagian Kerja

1. Plato

Dalam bukunya Republic, Plato berpendapat bahwa pembagian kerja mengarah pada pembagian masyarakat ke dalam kelas-kelas. Dia menyarankan bahwa cara terbaik untuk mencapai keharmonisan dalam masyarakat adalah memiliki masyarakat dengan satu jenis pekerja yang melakukan semua tugas.

2. Xenophon

Dalam bukunya Oeconomicus, Xenophon berpendapat bahwa pembagian kerja adalah wajar dan mengarah pada peningkatan efisiensi. Dia mengamati bahwa pembagian kerja sering terlihat dalam rumah tangga, di mana setiap anggota memiliki tugas tertentu.

3. Agustinus dari Hippo

Dalam karyanya City of God, Agustinus berpendapat bahwa pembagian kerja adalah hasil dari Kejatuhan manusia. Dia menyarankan bahwa di Taman Eden, tidak perlu pembagian kerja karena semua tugas dilakukan oleh satu orang, Adam.

4. Ibnu Khaldun

Dalam Muqaddimahnya, Ibnu Khaldun berpendapat bahwa pembagian kerja merupakan prinsip dasar peradaban manusia. Dia mengamati bahwa pembagian kerja mengarah pada peningkatan produktivitas dan sering terlihat di kota-kota besar dan kecil.

Teori modern tentang Pembagian Kerja

1. William Petty

Dalam Aritmatika Politiknya, Petty berpendapat bahwa pembagian kerja adalah prinsip dasar peradaban manusia. Dia mengamati bahwa pembagian kerja mengarah pada peningkatan produktivitas dan sering terlihat di kota-kota besar dan kecil.

2. Bernard de Mandeville

Dalam Fable of the Bees-nya, de Mandeville berpendapat bahwa pembagian kerja adalah kejahatan yang perlu. Dia menyarankan bahwa pembagian kerja mengarah pada keegoisan dan kejahatan, tetapi itu perlu untuk kemakmuran masyarakat.

3. David Hume

Dalam bukunya Essays, Moral, Political, and Literary, Hume berpendapat bahwa pembagian kerja dibatasi oleh luasnya pasar. Dia mengamati bahwa pembagian kerja hanya dapat terjadi jika ada permintaan untuk output pekerja.

4. Henri-Louis Duhamel du Monceau

Dalam Elements of Peternakan, Duhamel du Monceau berpendapat bahwa pembagian kerja adalah prinsip dasar pertanian. Dia menyarankan bahwa pembagian kerja mengarah pada peningkatan efisiensi dan produktivitas dalam produksi pertanian.

5. Adam Smith

Dalam Wealth of Nations, Smith berpendapat bahwa pembagian kerja adalah prinsip dasar peradaban manusia. Dia mengamati bahwa pembagian kerja mengarah pada peningkatan produktivitas dan sering terlihat di kota-kota besar dan kecil.

6. Immanuel Kanto

Dalam Critique of Pure Reason-nya, Kant berpendapat bahwa pembagian kerja adalah hasil dari pembagian sifat manusia. Dia menyarankan bahwa pembagian kerja menyebabkan ketidakharmonisan dalam masyarakat karena mengarah pada pembagian orang ke dalam kelas yang berbeda.

7. Karl Marx

Dalam Manifesto Komunisnya, Marx berpendapat bahwa pembagian kerja adalah hasil dari kapitalisme. Dia menyarankan bahwa pembagian kerja mengarah pada keterasingan dan eksploitasi, tetapi itu perlu untuk operasi kapitalisme.

8. Henry David Thoreau dan Ralph Waldo Emerson

Dalam esai mereka, Thoreau dan Emerson berpendapat bahwa pembagian kerja adalah hasil dari pembagian sifat manusia. Mereka berpendapat bahwa pembagian kerja menyebabkan ketidakharmonisan dalam masyarakat karena hal itu menyebabkan pembagian orang ke dalam kelas yang berbeda.

Globalisasi dan pembagian kerja global

Pembagian kerja global adalah hasil dari globalisasi. Globalisasi adalah proses integrasi dan interaksi antara orang-orang, perusahaan, dan pemerintah di seluruh dunia.

Pembagian kerja adalah pembagian tugas kerja antara pekerja yang berbeda. Pembagian kerja global mengacu pada pembagian tugas kerja antara pekerja di berbagai negara. Ada beberapa faktor yang menyebabkan pembagian kerja global.

Pembagian kerja adalah aspek kunci dari keunggulan komparatif dan melibatkan pemecahan produksi menjadi tugas-tugas terpisah yang kemudian dilakukan oleh pekerja yang berbeda. Sebuah pabrik pin di Inggris, misalnya, dapat menghasilkan 10.000 pin per hari sementara pabrik yang sebanding di China hanya dapat menghasilkan 1.000 pin. Jika pabrik Cina dapat memproduksi sepersepuluh jumlah pin, maka akan membutuhkan waktu 10 kali lebih lama bagi mereka untuk membuat jumlah pin yang sama dengan pabrik Inggris.

1. Munculnya perusahaan multinasional

Perusahaan multinasional adalah perusahaan yang beroperasi di lebih dari satu negara. Mereka sering memiliki fasilitas produksi di berbagai negara, dan mereka mendapatkan input dari pemasok di berbagai negara.

2. Pertumbuhan perdagangan internasional

Perdagangan internasional adalah pertukaran barang dan jasa antar negara. Pertumbuhan perdagangan internasional telah menyebabkan pembagian kerja karena memungkinkan perusahaan untuk berspesialisasi dalam produksi barang atau jasa tertentu.

3. Kemajuan teknologi

Kemajuan teknologi telah menyebabkan pembagian kerja karena memungkinkan untuk otomatisasi tugas-tugas tertentu. Ini berarti bahwa pekerja di berbagai negara dapat berspesialisasi dalam produksi barang atau jasa yang berbeda.

4. Munculnya Globalisme

Globalisme adalah keyakinan bahwa orang, perusahaan, dan pemerintah di seluruh dunia harus berinteraksi dan bekerja sama satu sama lain. Munculnya globalisme telah menyebabkan pembagian kerja karena mendorong perusahaan untuk mendapatkan input dari pemasok di berbagai negara.

Gaya pembagian kerja

1. Kontrol

Dalam gaya kontrol pembagian kerja, pekerja diberi tugas oleh manajer mereka. Jenis pembagian kerja ini sering terlihat dalam pengaturan manufaktur dan produksi.

2. Komitmen

Dalam gaya komitmen pembagian kerja, pekerja diberi tugas yang menjadi tanggung jawab mereka untuk diselesaikan. Jenis pembagian kerja ini sering terlihat pada posisi pelayanan dan penjualan.

3. Otonomi

Dalam gaya otonomi pembagian kerja, pekerja diberi tugas yang dapat mereka selesaikan secara mandiri. Jenis pembagian kerja ini sering terlihat pada posisi penelitian dan pengembangan. Pembagian kerja adalah prinsip dasar peradaban manusia.

Hirarki tenaga kerja

Hirarki tenaga kerja

Pembagian kerja sering diatur ke dalam hierarki tenaga kerja. Hirarki tenaga kerja adalah sistem di mana pekerja diberi tugas berdasarkan keterampilan dan kemampuan mereka.

Hirarki tenaga kerja sering terlihat dalam pengaturan manufaktur dan produksi. Pembagian kerja dapat menimbulkan ketidakharmonisan dalam masyarakat karena menyebabkan terbelahnya manusia ke dalam kelas-kelas yang berbeda.

Di tempat kerja kapitalis modern, hierarki tenaga kerja digunakan untuk mengontrol pekerja dan mencegah mereka menantang otoritas manajer mereka.

Pembagian kerja berdasarkan gender

Pembagian kerja seringkali bersifat gender. Pembagian kerja berdasarkan gender adalah sistem di mana perempuan dan laki-laki diberi tugas yang berbeda berdasarkan jenis kelamin mereka.

Pembagian kerja berdasarkan gender sering terlihat dalam rumah tangga dan keluarga. Di banyak budaya, perempuan bertanggung jawab atas tugas-tugas rumah tangga seperti memasak dan membersihkan rumah, sementara laki-laki bertanggung jawab atas tugas-tugas mencari nafkah seperti bekerja di luar rumah.

Pembagian kerja dapat menyebabkan ketidaksetaraan gender karena mengakibatkan perempuan dibayar lebih rendah daripada laki-laki untuk melakukan tugas yang sama.

Pembagian kerja internasional

Pembagian kerja internasional adalah sistem di mana para pekerja di berbagai negara diberi tugas yang berbeda berdasarkan keterampilan dan kemampuan mereka.

Pembagian kerja internasional sering terlihat di perusahaan multinasional. Perusahaan multinasional sering memiliki fasilitas produksi di negara yang berbeda, dan mereka mendapatkan input dari pemasok di negara yang berbeda.

Pembagian kerja internasional dapat menyebabkan ketidaksetaraan karena mengakibatkan pekerja di negara berkembang dibayar lebih rendah daripada pekerja di negara maju untuk melakukan tugas yang sama.

Keuntungan dari Pembagian Kerja

Keuntungan dari Pembagian Kerja

1. Penguasaan yang efisien

Pembagian kerja memungkinkan penguasaan tugas yang efisien. Pekerja yang berspesialisasi dalam tugas tertentu dapat menjadi sangat efisien dalam tugas itu.

2. Pelatihan lebih cepat

Pembagian kerja memungkinkan pelatihan lebih cepat. Pekerja yang berspesialisasi dalam tugas tertentu dapat dilatih lebih cepat daripada pekerja yang tidak berspesialisasi dalam tugas itu.

3. Produktivitas

Pembagian kerja menyebabkan peningkatan produktivitas. Ketika pekerja berspesialisasi dalam tugas tertentu, mereka dapat menghasilkan lebih banyak output daripada ketika mereka tidak berspesialisasi dalam tugas itu.

4. Alokasi pekerja yang efisien

Pembagian kerja mengarah pada alokasi pekerja yang efisien. Ketika pekerja diberi tugas berdasarkan keterampilan dan kemampuan mereka, mereka bisa lebih produktif daripada jika mereka tidak diberi tugas berdasarkan keterampilan dan kemampuan mereka.

5. Produk lebih murah

Pembagian kerja menghasilkan produk yang lebih murah. Ketika pekerja mengkhususkan diri dalam tugas tertentu, mereka dapat menghasilkan barang dan jasa dengan biaya lebih rendah daripada ketika mereka tidak mengkhususkan diri dalam tugas itu.

6. Upah yang lebih tinggi

Pembagian kerja dapat menyebabkan upah yang lebih tinggi. Ketika pekerja berspesialisasi dalam tugas tertentu, mereka dapat dibayar lebih untuk pekerjaan mereka daripada ketika mereka tidak berspesialisasi dalam tugas itu.

Pembagian kerja juga dapat menimbulkan inovasi. Ketika pekerja dihadapkan pada tugas-tugas baru dan ide-ide baru, mereka dapat menemukan cara-cara baru dalam melakukan sesuatu.

Kekurangan Pembagian Kerja

Kebosanan dari pengulangan: Pembagian kerja dapat menyebabkan kebosanan dari pengulangan. Ketika pekerja diberi tugas yang sama berulang-ulang, mereka bisa menjadi bosan dengan pekerjaan mereka.

Saling ketergantungan: Pembagian kerja dapat menyebabkan saling ketergantungan. Ketika pekerja diberi tugas yang saling bergantung, mereka dapat menjadi saling bergantung untuk bantuan.

Kurangnya tanggung jawab: Pembagian kerja dapat menyebabkan kurangnya tanggung jawab. Ketika pekerja diberi tugas yang spesifik dan terbatas, mereka dapat merasa bahwa mereka tidak bertanggung jawab atas hasil keseluruhan.

Pembagian Kerja Contoh

  1. Dalam pengaturan manufaktur, pembagian kerja mungkin melibatkan pekerja yang ditugaskan untuk tugas yang berbeda dalam proses produksi.
  2. Dalam pengaturan layanan, pembagian kerja mungkin melibatkan pekerja yang ditugaskan untuk tugas yang berbeda dalam proses pemberian layanan.
  3. Dalam pengaturan kantor, pembagian kerja mungkin melibatkan pekerja yang ditugaskan untuk tugas yang berbeda dalam operasi kantor.

Kesimpulan!

Pada catatan penutup, dapat dikatakan bahwa pembagian kerja memiliki kelebihan dan kekurangan tetapi masih dianggap sebagai salah satu aspek produksi yang paling penting.

Ini tidak hanya meningkatkan efisiensi tetapi juga membantu dalam melatih tenaga kerja dengan cepat dan mengalokasikan mereka secara efisien. Namun, pembagian kerja terkadang dapat menimbulkan kebosanan karena pengulangan dan kurangnya tanggung jawab.

Bagaimana menurutmu? Apakah pembagian kerja merupakan hal yang baik atau buruk? Beri tahu kami di komentar di bawah!