Apa itu Kecerdasan Kolektif? Manfaat dan Keterbatasan

Diterbitkan: 2022-06-02

Kecerdasan kolektif adalah sebuah konsep yang menggambarkan kemampuan sekelompok besar individu untuk mengumpulkan pengetahuan, data, dan keterampilan mereka untuk mengatasi masalah yang kompleks atau mengejar ide-ide inovatif. Kecerdasan kolektif ini dapat mengambil berbagai bentuk, seperti crowdsourcing, platform inovasi terbuka, atau alat kolaborasi online.

Terlepas dari berbagai jenis pendekatan untuk memanfaatkan kecerdasan kolektif, mereka semua memiliki tujuan yang sama: untuk memanfaatkan kekuatan banyak pikiran untuk memecahkan masalah atau menciptakan peluang baru yang tidak mungkin dicapai oleh siapa pun secara individu.

Daftar isi

Apa itu Kecerdasan Kolektif?

Kecerdasan kolektif didefinisikan sebagai praktik sejumlah besar orang yang berkumpul dan berbagi pengetahuan, data, dan kemampuan mereka untuk mengatasi masalah kompleks atau mengembangkan ide-ide kreatif. Konsep ini didasarkan pada gagasan bahwa sekelompok besar orang yang bekerja bersama seringkali dapat mencapai lebih dari yang dapat dicapai oleh individu mana pun sendiri.

Kecerdasan kolektif telah berdampak besar pada dunia kita, dengan beberapa contoh yang paling menonjol adalah pengembangan Wikipedia dan Proyek Genom Manusia. Dalam kedua kasus tersebut, sejumlah besar pengetahuan dan data dikumpulkan dan dibagikan oleh sekelompok besar orang untuk mencapai tujuan yang ambisius.

Kecerdasan kolektif terkait (juga dikenal sebagai teori kecerdasan kolektif) adalah studi tentang kognisi kolektif dan tindakan kolektif. Ini mengacu pada teori dari berbagai disiplin ilmu, termasuk sosiologi, psikologi, antropologi, ilmu informasi, dan kecerdasan buatan. Istilah IQ kolektif menggambarkan kecerdasan individu atau kecerdasan manusia dari sekelompok orang. Ini sering digunakan untuk merujuk pada organisasi atau tim, tetapi juga dapat diterapkan pada masyarakat atau bahkan spesies.

Intelijen sebagai Kapasitas dan sebagai Informasi Strategis

Kecerdasan kolektif (CI) adalah ukuran kapasitas suatu kelompok untuk membuat keputusan yang lebih baik daripada setiap anggota kelompok. Kecerdasan kolektif juga telah didefinisikan sebagai "kemampuan kelompok untuk menghasilkan pengetahuan dan wawasan baru, berbagi informasi dan ide, dan memecahkan masalah".

Banyak faktor yang berbeda berkontribusi pada kecerdasan kolektif, termasuk:

  1. Kecerdasan kolektif sangat ditingkatkan oleh keragaman perspektif dan pendapat dalam suatu kelompok.
  2. Kecerdasan kolektif juga bergantung pada komunikasi terbuka, partisipasi aktif, dan berbagi pengetahuan dan sumber daya di antara anggota kelompok.

Kecerdasan kolektif (CI) adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kemampuan kolektif manusia untuk memecahkan masalah yang kompleks. Ini didasarkan pada premis bahwa kecerdasan kolektif lebih besar daripada jumlah bagian-bagiannya, dan bahwa desain kecerdasan kolektif dapat secara signifikan meningkatkan IQ kolektif.

Konsep kecerdasan kolektif telah ada selama berabad-abad, tetapi baru pada akhir 1990-an CI mulai mendapatkan perhatian arus utama. Ini sebagian besar disebabkan oleh karya ilmuwan kognitif Howard Gardner, yang berpendapat bahwa IQ hanya menggambarkan kecerdasan individu dan tidak memperhitungkan kecerdasan kolektif kelompok.

Saat ini, kecerdasan kolektif secara luas diakui sebagai faktor kunci dalam memecahkan masalah kompleks menggunakan kecerdasan manusia melalui kolaborasi massa. Ini karena kecerdasan kolektif memungkinkan penyatuan beragam keterampilan dan pengetahuan manusia, yang penting untuk mengatasi masalah kompleks dan pemecahan masalah kelompok yang efektif.

Sejarah Kecerdasan Kolektif

Konsep kecerdasan kolektif telah ada selama berabad-abad, dengan beberapa contoh paling awal berasal dari Yunani Kuno. Filsuf Yunani Aristoteles percaya bahwa sekelompok orang seringkali lebih cerdas daripada individu mana pun, dan gagasan ini kemudian digaungkan oleh negarawan Romawi Cicero.

Dalam sejarah yang lebih baru, sosiolog Prancis Pierre Teilhard de Chardin menciptakan istilah "noosfer" untuk menggambarkan kecerdasan kolektif umat manusia secara keseluruhan. Konsep ini kemudian dipopulerkan oleh penulis Amerika Howard Bloom dalam bukunya The Global Brain: The Evolution of Mass Mind from the Big Bang to the 21st Century.

Istilah "kecerdasan kolektif" pertama kali digunakan dalam bentuk modernnya oleh insinyur perangkat lunak Amerika Tim O'Reilly pada tahun 1997. Sejak itu, konsep kecerdasan kolektif semakin populer dan menarik lebih banyak perhatian baik dari kalangan akademisi maupun praktisi.

Aplikasi Kecerdasan Kolektif

Aplikasi Kecerdasan Kolektif.

Ada banyak cara berbeda di mana kecerdasan kolektif dapat dimanfaatkan untuk mencapai tujuan tertentu. Beberapa aplikasi yang paling umum dari kecerdasan kolektif adalah sebagai berikut:

1. Crowdsourcing

Ini melibatkan tugas outsourcing ke sekelompok besar orang, seringkali melalui platform online atau jaringan media sosial. Contoh umum termasuk Wikipedia dan proyek kolaborasi terbuka online lainnya, seperti platform pengembangan perangkat lunak sumber terbuka seperti GitHub.

2. Buka platform inovasi

Ini adalah alat atau sumber daya yang memungkinkan organisasi untuk mengumpulkan ide dan masukan dari sekelompok besar orang, seringkali dari luar perusahaan. Contoh yang paling menonjol adalah InnoCentive, yang mengumpulkan solusi untuk tantangan bisnis dari jaringan global lebih dari 700.000 pemecah masalah.

3. Alat kolaborasi online

Ini adalah alat yang memungkinkan sekelompok orang untuk bekerja sama dalam proyek atau tugas online, seringkali secara real-time. Contoh umum termasuk Google Documents, Trello, dan Slack.

4. Jaringan media sosial

Ini adalah platform online yang memungkinkan pengguna untuk terhubung satu sama lain dan berbagi konten atau informasi. Contoh umum termasuk Facebook, Twitter, dan LinkedIn.

Kecerdasan Kolektif di Tempat Kerja

Munculnya kecerdasan kolektif juga memiliki dampak besar di tempat kerja. Dalam lingkungan bisnis saat ini, semakin banyak organisasi yang beralih ke pendekatan kolaboratif untuk menyelesaikan pekerjaan.

Menurut sebuah studi oleh IBM, 78% responden mengatakan bahwa mereka percaya kolaborasi sangat penting untuk kesuksesan bisnis. Dan sebagian besar dari mereka mengindikasikan bahwa mereka akan menggandakan investasi mereka dalam alat kolaborasi, dengan lebih dari 70% berencana untuk meningkatkan pendanaan untuk perangkat lunak sosial dan komunikasi terpadu.

Secara keseluruhan, kebangkitan kecerdasan kolektif memiliki dampak besar pada cara organisasi beroperasi dan menjalankan bisnis. Dengan memanfaatkan kekuatan banyak pikiran, bisnis dapat menyelesaikan tugas dan tujuan yang tidak mungkin dilakukan.

Apa manfaat dari Kecerdasan Kolektif?

Kecerdasan kelompok atau kecerdasan kolektif sangat berkontribusi dalam banyak hal-

1. Peningkatan pemecahan masalah

Dengan menyatukan pengetahuan dan keahlian banyak individu, adalah mungkin untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah secara lebih efektif.

2. Pengambilan keputusan yang lebih baik

Faktor kecerdasan kolektif umum dapat membantu organisasi membuat keputusan yang lebih baik dengan memberikan perspektif dan pendapat yang lebih luas.

3. Meningkatkan kreativitas

Upaya kolektif kecerdasan kelompok dapat mengarah pada peningkatan kreativitas karena memungkinkan pertukaran ide dan pendekatan baru.

4. Peningkatan efisiensi

Dengan memanfaatkan kekuatan banyak pikiran, bisnis dapat mencapai tugas dan tujuan dengan lebih cepat dan efisien.

5. Inovasi yang ditingkatkan

Kecerdasan kolektif dapat mempromosikan inovasi dengan menyediakan forum untuk pertukaran ide-ide baru.

Apa keterbatasan Kecerdasan Kolektif?

Sementara kecerdasan kolektif memiliki banyak manfaat, ada juga beberapa keterbatasan potensial yang perlu dipertimbangkan, termasuk:

1. Pemikiran kelompok

Ketika individu bekerja sama dalam suatu kelompok, mereka mungkin lebih mungkin untuk menyesuaikan diri dengan pendapat dan ide kelompok, bahkan jika keyakinan tersebut belum tentu yang paling valid.

2. “Kebijaksanaan orang banyak”

Sering diasumsikan bahwa sekelompok besar orang akan lebih mungkin untuk sampai pada jawaban yang akurat atau dapat diandalkan daripada individu mana pun. Namun, penelitian telah menunjukkan bahwa ini tidak selalu terjadi, karena kelompok terkadang dapat terpengaruh oleh pendapat minoritas vokal atau "pikiran sarang".

3. Kurangnya keragaman

Kelompok yang homogen dalam hal jenis kelamin, etnis, usia, dll. mungkin tidak mendapatkan manfaat dari kecerdasan kolektif sebanyak kelompok yang lebih beragam.

4. Kesulitan mengidentifikasi keahlian

Terkadang sulit untuk mengidentifikasi siapa yang paling ahli atau memiliki pengetahuan di bidang tertentu, terutama dalam kelompok besar.

Prinsip Kecerdasan Kolektif Don Tapscott dan Anthony Williams

Ahli teori Don Tapscott dan Anthony Williams telah mengidentifikasi empat prinsip utama kecerdasan kolektif:

1. Bertindak Secara Global

Kecerdasan kolektif ditingkatkan oleh keragaman, karena memungkinkan untuk berbagai perspektif dan pendapat yang lebih luas.

2. Mengintip

Kecerdasan kolektif ditingkatkan dengan berbagi pengetahuan dan keahlian.

3. Keterbukaan

Kecerdasan kolektif ditingkatkan dengan keterbukaan dan pertukaran ide, informasi, dan pengetahuan secara bebas.

4. Berbagi

Kecerdasan kolektif ditingkatkan dengan berbagi sumber daya, data, dan keterampilan.

Meskipun ada banyak manfaat untuk memanfaatkan kecerdasan kolektif di tempat kerja, organisasi harus

Secara keseluruhan, kecerdasan kolektif berpotensi menjadi alat yang ampuh bagi bisnis dan organisasi. Namun, penting untuk mempertimbangkan manfaat dan keterbatasan dari pendekatan ini sebelum menerapkannya.

Ketika digunakan secara efektif, kecerdasan kolektif dapat mengarah pada pemecahan masalah yang lebih baik, pengambilan keputusan, kreativitas, efisiensi, inovasi, dan banyak lagi. Namun, penting untuk menyadari keterbatasan potensial seperti pemikiran kelompok, "kebijaksanaan orang banyak", kurangnya keragaman, dan kesulitan mengidentifikasi keahlian.

Dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini, bisnis dapat secara efektif memanfaatkan kekuatan kecerdasan kolektif untuk mencapai tujuan mereka dan berhasil dalam lingkungan bisnis yang serba cepat dan kompetitif saat ini.

Geoff Mulgan Lima Prinsip Pengorganisasian

Kesamaan otonom: Orang otonom adalah mereka yang dapat mengekspresikan pikiran dan perasaan mereka tanpa terhalang oleh ego, hierarki, asumsi, atau kepemilikan.

1. Saldo

Sejauh mana komponen kecerdasan itu seimbang dan sejauh mana keseimbangan itu cocok untuk tuntutan pekerjaan.

2. Fokus

Ketika Anda fokus pada apa yang penting, Anda menghindari teralihkan.

3. Refleks

Kemampuan untuk merefleksikan pikiran dan perasaan seseorang untuk memahaminya dengan lebih baik. Semakin refleksif suatu kelompok, semakin pintar dalam jangka panjang.

4. Integrasikan untuk Aksi

Menggunakan berbagai data dan teknik untuk membuat keputusan.

Sumber Kecerdasan Kolektif

Kecerdasan kolektif dapat berasal dari berbagai sumber, antara lain:

  1. Platform media sosial seperti Facebook, Twitter, dan LinkedIn
  2. Forum online dan papan diskusi
  3. Perangkat lunak kolaboratif seperti Google Documents dan Slack
  4. Buka platform inovasi seperti InnoCentive dan Innocentive
  5. Platform crowdsourcing seperti Amazon Mechanical Turk dan Upwork
  6. Ruang kerja bersama seperti WeWork dan Regus
  7. Komunitas online seperti Reddit dan Quora

Kecerdasan kolektif berpotensi menjadi alat yang ampuh bagi bisnis dan organisasi.

Bagaimana Teknologi Sesuai Dengan Kecerdasan Kolektif

Teknologi memainkan peran yang semakin penting dalam pengembangan dan penerapan kecerdasan kolektif. Banyak perusahaan sekarang memanfaatkan platform seperti media sosial, forum online, perangkat lunak kolaborasi, platform crowdsourcing, ruang kerja bersama, dan komunitas online untuk memfasilitasi komunikasi, kolaborasi, inovasi, dan pemecahan masalah dalam organisasi mereka.

Namun, penting untuk dicatat bahwa teknologi bukanlah obat mujarab untuk semua penyakit organisasi. Kecerdasan kolektif hanya berfungsi jika ada keinginan yang tulus dalam suatu organisasi untuk berbagi pengetahuan, ide, dan sumber daya.

Jadi, meskipun teknologi pasti dapat membantu memfasilitasi kecerdasan kolektif, pada akhirnya terserah orang-orang dalam suatu organisasi untuk mewujudkannya.

Kunci untuk memanfaatkan kecerdasan kolektif secara efektif adalah menemukan keseimbangan yang tepat antara teknologi, kolaborasi, dan komunikasi yang efektif. Dengan mendorong dialog terbuka, berbagi sumber daya, dan mengembangkan budaya inovasi dan kreativitas, bisnis dapat memanfaatkan kekuatan kecerdasan kolektif untuk mencapai tujuan mereka dan berhasil dalam lingkungan bisnis yang serba cepat dan kompetitif saat ini.

Peran Internet dalam Kecerdasan Kolektif

Peran Internet dalam Kecerdasan Kolektif

Internet telah memainkan peran penting dalam pengembangan dan pertumbuhan kecerdasan kolektif. Kemampuan untuk terhubung dengan orang-orang dari seluruh dunia dan berbagi informasi secara instan telah mempermudah individu untuk berkolaborasi dan bekerja sama menuju tujuan bersama.

Ada sejumlah platform yang dibuat khusus untuk memfasilitasi intelijen kolektif. Platform media sosial seperti Facebook, Twitter, dan LinkedIn memungkinkan orang untuk berbagi ide dan terhubung dengan individu yang berpikiran sama. Forum online dan papan diskusi menyediakan ruang bagi orang untuk berdebat dan mendiskusikan isu-isu penting. Perangkat lunak kolaboratif seperti Google Documents dan Slack memungkinkan tim untuk bekerja sama dalam proyek secara real-time. Platform inovasi terbuka seperti InnoCentive dan Innocentive menyediakan akses ke jaringan pakar global yang mampu membantu memecahkan masalah yang sulit. Platform crowdsourcing seperti Amazon Mechanical Turk dan Upwork memungkinkan individu dengan keterampilan dan bakat berbeda untuk berkumpul dan bekerja menuju tujuan bersama.

Secara kolektif, alat-alat ini telah mengubah cara kita berinteraksi, berkolaborasi, dan berkomunikasi. Mereka juga telah membuka jalan bagi era baru inovasi dan kreativitas, di mana orang-orang dari semua lapisan masyarakat dapat menyumbangkan ide dan keahlian mereka. Masa depan tentu saja menjanjikan untuk kecerdasan kolektif – selama individu terus merangkul kemajuan teknologi dan memanfaatkan kekuatan kecerdasan kolektif dengan baik!

Peran kecerdasan buatan kolektif

Di garis depan kecerdasan kolektif, penelitian adalah bidang yang berkembang dari kecerdasan buatan kolektif (CAI). Kecerdasan buatan kolektif mengacu pada pengembangan sistem cerdas yang mampu belajar dan beradaptasi berdasarkan masukan dari sekelompok besar individu.

Tujuan CAI tidak hanya untuk memfasilitasi kolaborasi dan komunikasi tetapi juga untuk membantu organisasi membuat keputusan yang lebih baik dan memecahkan masalah yang kompleks.

Beberapa aplikasi potensial untuk CAI termasuk perawatan kesehatan, pendidikan, upaya bantuan bencana, mitigasi perubahan iklim, dan operasi pencarian dan penyelamatan.

Perusahaan seperti Google, Amazon, IBM Watson Health, DeepMind Health Group, dan Buzzfeed semuanya berinvestasi besar-besaran dalam penelitian CAI agar tetap terdepan dan mengembangkan cara baru dan inovatif untuk memanfaatkan kekuatan kecerdasan kolektif.

Masa depan CAI tentu menarik, dan akan menarik untuk melihat bagaimana teknologi ini berkembang di tahun-tahun mendatang.

Kesimpulan!

Kecerdasan kolektif adalah alat yang ampuh yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang kompleks dan mencapai kesuksesan dalam lingkungan bisnis yang serba cepat dan kompetitif saat ini. Jelas bahwa kecerdasan kolektif adalah bidang penelitian yang mengeksplorasi bagaimana sekelompok orang dapat bekerja sama untuk memecahkan masalah. Kognisi kolektif atau pemikiran kolektif juga mendefinisikan kecerdasan kolektif.

Kunci untuk memanfaatkan kekuatannya secara efektif adalah menemukan keseimbangan yang tepat antara teknologi, kolaborasi, dan komunikasi yang efektif. Dengan mendorong dialog terbuka, berbagi sumber daya, dan mendorong budaya inovasi dan kreativitas, organisasi dapat memanfaatkan kekuatan kecerdasan kolektif untuk mendorong hasil nyata dan mencapai tujuan mereka.