Uang Keras – Definisi, Arti, Contoh, Pro dan Kontra
Diterbitkan: 2022-07-13Daftar isi
Apa itu Uang Keras?
Uang keras adalah mata uang yang didukung oleh komoditas yang berharga. Komoditas paling umum yang mendukung uang keras adalah emas atau perak. Uang keras berbeda dengan uang kertas, yang tidak didukung oleh komoditas fisik.
Beberapa orang percaya bahwa uang keras adalah bentuk mata uang yang lebih stabil daripada uang kertas. Uang keras seringkali kurang rentan terhadap inflasi daripada uang kertas karena pasokan uang keras dibatasi oleh jumlah komoditas yang mendasarinya, seperti emas atau perak. Uang keras juga cenderung tidak terpengaruh oleh kebijakan pemerintah yang dapat menyebabkan inflasi, seperti mencetak lebih banyak uang.
Uang keras juga bisa menjadi bentuk mata uang yang lebih efisien. Uang keras seringkali lebih mudah untuk diangkut dan disimpan daripada uang kertas. Uang keras juga dapat dibagi menjadi unit yang lebih kecil, sehingga lebih mudah digunakan untuk transaksi.
Asal usul frasa uang keras berakar pada sifat fisik mata uang logam, yang, tidak seperti uang kertas, terdiri dari zat keras. Di sinilah ungkapan bahasa Inggris sehari-hari "dingin, uang tunai" berasal.
Takeaways kunci
- Uang keras adalah jenis mata uang yang terdiri dari atau didukung langsung oleh komoditas berharga seperti emas atau perak.
- Uang keras berbeda dari uang kertas, yang tidak didukung oleh komoditas fisik.
- Uang keras telah digunakan sepanjang sejarah dan masih digunakan di beberapa bagian dunia saat ini.
- Misalnya, di negara-negara seperti Zimbabwe dan Sudan, uang keras sering digunakan karena pemerintah belum mampu menghasilkan uang kertas yang cukup untuk memenuhi permintaan.
Uang Lunak
Uang lunak didefinisikan sebagai mata uang yang tidak didukung oleh komoditas fisik. Uang lunak juga disebut uang fiat. Nilai uang fiat didasarkan pada kepercayaan dan kredit dari pemerintah penerbit.
Beberapa orang percaya bahwa uang lunak kurang stabil daripada uang keras. Uang lunak lebih rentan terhadap inflasi daripada uang keras karena pasokan uang kertas tidak dibatasi oleh jumlah komoditas yang mendasarinya. Uang fiat juga dapat dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah yang dapat menyebabkan inflasi, seperti mencetak lebih banyak uang.
Uang lunak juga bisa kurang efisien daripada uang keras. Uang lunak seringkali lebih sulit untuk diangkut dan disimpan daripada uang tunai. Uang lunak juga bisa lebih sulit untuk dibagi menjadi unit yang lebih kecil, sehingga kurang nyaman digunakan untuk transaksi.
Preferensi untuk Uang Keras

Secara historis, pengguna lebih suka uang keras daripada uang lunak. Uang keras lebih stabil dan kurang rentan terhadap inflasi daripada uang lunak. Uang keras juga lebih efisien, sehingga lebih mudah untuk diangkut dan disimpan. Uang keras juga bisa lebih nyaman digunakan untuk transaksi.
Penggunaan Alternatif Istilah “Uang Keras”
Istilah "uang keras" juga dapat merujuk pada:
– Pinjaman / Pinjaman uang keras: Pinjaman yang didukung oleh agunan, seperti real estat. Pinjaman uang keras sering digunakan oleh investor untuk membeli properti.
– Pemberi pinjaman uang keras: Pemberi pinjaman yang menawarkan pinjaman uang keras. Pemberi pinjaman uang keras seringkali merupakan individu atau perusahaan swasta.
– Politik uang keras: Filosofi politik yang mendukung pemerintah terbatas dan pasar bebas. Politik uang keras sering dikaitkan dengan Partai Republik di Amerika Serikat.
– Pendanaan pemerintah: Pendanaan yang disediakan oleh pemerintah, seperti melalui pajak. Pendanaan pemerintah sering digunakan untuk mendukung barang dan jasa publik.
Pinjaman Uang Keras di Real Estat
Pinjaman uang keras adalah jenis pinjaman jangka pendek yang biasanya digunakan untuk tujuan investasi real estat.
Pinjaman uang keras biasanya diberikan oleh investor atau perusahaan swasta, dan biasanya dijamin dengan properti yang dibeli. Pinjaman uang keras dapat menjadi pilihan yang baik bagi peminjam yang tidak memenuhi syarat untuk pembiayaan tradisional, atau yang perlu menutup properti dengan cepat.
Pinjaman uang keras biasanya lebih mahal daripada pinjaman tradisional, dan biasanya memiliki jangka waktu pembayaran yang lebih pendek.
Bagaimana Cara Kerja Pinjaman Uang Keras?
Pinjaman uang keras adalah semacam pembiayaan real estat yang tidak menggunakan pemberi pinjaman hipotek tradisional. Sebaliknya, pendanaan ini berasal dari individu atau investor real estat yang meminjamkan dana berdasarkan properti yang digunakan sebagai jaminan oleh pengguna uang keras.
Pinjaman uang keras biasanya digunakan oleh investor untuk membeli properti, karena dapat disetujui dengan cepat dan tidak memerlukan tingkat dokumentasi yang sama dengan pinjaman tradisional.
Pinjaman uang keras biasanya lebih mahal daripada pinjaman tradisional, dan mereka memiliki jangka waktu pembayaran yang lebih pendek. Pinjaman uang keras juga dianggap lebih berisiko, karena pemberi pinjaman terutama mengandalkan nilai properti agunan untuk membayar kembali pinjaman.
Apa itu Pemberi Pinjaman Uang Keras?
Pemberi pinjaman uang keras adalah individu atau perusahaan yang meminjamkan dana berdasarkan nilai agunan properti. Pemberi pinjaman swasta ini biasanya menyediakan pembiayaan untuk tujuan investasi real estat.

Pemberi pinjaman pribadi uang keras seringkali merupakan individu atau perusahaan swasta, dan mereka biasanya mengenakan suku bunga yang lebih tinggi daripada pemberi pinjaman tradisional.
Pemberi pinjaman uang keras dianggap lebih berisiko daripada pemberi pinjaman tradisional, karena mereka meminjamkan berdasarkan nilai properti agunan. Pinjaman uang keras biasanya lebih mahal daripada pinjaman tradisional, dan mereka memiliki jangka waktu pembayaran yang lebih pendek.
Pinjaman Uang Keras vs Pinjaman Tradisional
Pinjaman uang keras adalah pinjaman berbasis aset yang biasanya digunakan oleh investor untuk membeli properti. Pinjaman tradisional, di sisi lain, didasarkan pada kelayakan kredit peminjam.
Pinjaman uang keras umumnya lebih mudah untuk memenuhi syarat daripada pinjaman tradisional karena didasarkan pada nilai properti yang digunakan sebagai jaminan, bukan nilai kredit peminjam.
Pinjaman uang keras juga cenderung memiliki jangka waktu yang lebih pendek daripada hipotek tradisional, yang dapat membantu jika Anda ingin membeli properti dan dengan cepat membaliknya untuk mendapatkan keuntungan.
Pro Dan Kontra Pinjaman Uang Keras
Ada pro dan kontra untuk pinjaman uang keras. Pinjaman uang keras dapat menjadi pilihan yang baik bagi peminjam yang tidak memenuhi syarat untuk pembiayaan tradisional, atau yang perlu mendapatkan pembiayaan dengan cepat. Pinjaman uang keras dapat disetujui dengan cepat, dan mereka tidak memerlukan tingkat dokumentasi yang sama seperti pinjaman tradisional.
Namun, pinjaman uang keras biasanya lebih mahal daripada pinjaman tradisional, dan mereka memiliki jangka waktu pembayaran yang lebih pendek. Pinjaman uang keras juga dianggap lebih berisiko, karena pemberi pinjaman terutama mengandalkan nilai properti agunan untuk membayar kembali pinjaman.
Pinjaman uang keras dapat menjadi pilihan yang baik bagi peminjam yang bersedia menerima biaya dan risiko yang lebih tinggi yang terkait dengan pinjaman tersebut. Pinjaman uang keras dapat menjadi pilihan yang baik untuk properti yang tidak memenuhi syarat untuk pembiayaan tradisional.
Pinjaman uang keras juga bisa menjadi pilihan yang baik bagi peminjam yang perlu mendapatkan pembiayaan dengan cepat. Pinjaman uang keras dapat disetujui dengan cepat, dan mereka tidak memerlukan tingkat dokumentasi yang sama seperti pinjaman tradisional. Beberapa poin pro dan kontra penting diberikan di bawah ini-
kelebihan
- Proses persetujuan lebih cepat
- Persetujuan didasarkan pada properti dan bukan pada riwayat kredit
- Menawarkan lebih banyak fleksibilitas
Kontra
- Memiliki suku bunga tinggi
- Sering menuntut uang muka yang besar
- Jangka waktu yang lebih pendek akan memberi Anda lebih sedikit waktu untuk membayar
- Lebih berisiko
- Dapat memeriksa rekam jejak Anda yang terbukti sukses membalik rumah
Apa itu Politik Uang Keras?
Politik uang keras adalah filosofi politik yang berpihak pada pemerintah terbatas dan pasar bebas. Politik uang keras sering dikaitkan dengan Partai Republik di Amerika Serikat.
Politik uang keras mendukung gagasan intervensi pemerintah yang lebih sedikit dalam perekonomian, dan biasanya mendukung pajak dan deregulasi yang lebih rendah. Politik uang keras kadang-kadang dipandang sebagai lawan dari kebijakan “uang lunak”, seperti ekonomi Keynesian.
Politik uang keras dapat dikontraskan dengan filosofi “pemerintahan besar” atau “statist”, yang lebih menyukai intervensi pemerintah dalam perekonomian. Politik uang keras sering dikaitkan dengan aliran ekonomi Austria.
Apa itu Pendanaan Keras Pemerintah?

Pendanaan keras pemerintah adalah uang yang disediakan oleh pemerintah, seperti melalui pajak. Pendanaan keras pemerintah sering digunakan untuk mendukung barang dan jasa publik.
Pendanaan keras pemerintah dapat dikontraskan dengan “uang lunak” atau pendanaan swasta. Pendanaan keras pemerintah sering digunakan untuk mendukung kegiatan yang tidak akan menguntungkan bagi perusahaan swasta, seperti pembelanjaan pertahanan atau perlindungan lingkungan.
Pendanaan keras pemerintah juga dapat digunakan untuk mendukung kegiatan yang dianggap untuk kepentingan umum, seperti pendidikan atau proyek infrastruktur. Pendanaan keras pemerintah seringkali kontroversial, karena dapat dilihat sebagai bentuk intervensi pemerintah dalam perekonomian.
Pendanaan keras pemerintah kadang-kadang dipandang perlu untuk mendukung kegiatan-kegiatan yang dianggap untuk kepentingan umum, tetapi juga dapat dilihat sebagai bentuk pemborosan pemerintah.
Apa manfaat Uang Keras?
Manfaat uang keras termasuk stabilitas, efisiensi, dan kenyamanan. Uang keras lebih stabil daripada uang lunak dan kurang rentan terhadap inflasi. Uang keras juga lebih efisien, sehingga lebih mudah untuk diangkut dan disimpan. Uang keras juga bisa lebih nyaman digunakan untuk transaksi.
Apa kerugian dari Uang Keras?
Kerugian dari uang keras termasuk fakta bahwa itu tidak diterima secara luas seperti uang lunak. Uang keras juga lebih sulit untuk diproduksi daripada uang lunak. Uang keras juga bisa kurang likuid daripada uang lunak. Uang keras juga lebih sulit untuk diangkut dan disimpan daripada uang lunak. Uang keras juga bisa lebih sulit untuk dibagi menjadi unit yang lebih kecil, sehingga kurang nyaman digunakan untuk transaksi.
Kesimpulan!
Uang keras adalah cara yang bagus untuk menginvestasikan uang Anda. Ini adalah mata uang yang didukung oleh komoditas berharga dan telah digunakan selama berabad-abad sebagai alat tukar. Uang keras juga merupakan cara yang bagus untuk melakukan lindung nilai terhadap inflasi.
Ketika datang ke pinjaman uang keras, mereka juga merupakan cara yang bagus untuk membiayai proyek investasi real estat Anda. Ini cepat, fleksibel, dan dapat memberi Anda modal yang Anda butuhkan untuk memulai dengan cepat.
Namun, penting untuk memahami risiko yang terkait dengan jenis pembiayaan ini sebelum Anda berkomitmen untuk apa pun. Pinjaman uang keras biasanya lebih mahal daripada pinjaman tradisional, jadi pastikan untuk mengerjakan pekerjaan rumah Anda dan memahami semua biaya sebelum Anda menandatangani di garis putus-putus.
Sekarang, pada akhirnya, seberapa efektif Anda menemukan pembiayaan uang keras dibandingkan dengan pembiayaan konvensional?
