Teori Permintaan – Definisi, Hukum, Faktor
Diterbitkan: 2022-08-10Teori permintaan adalah teori ekonomi dasar tentang permintaan dan penawaran. Ini mencoba menjelaskan bagaimana harga dan permintaan barang ditentukan di pasar bebas. Teori ini juga dikenal sebagai teori harga atau ekonomi mikro.
Permintaan akan suatu barang atau jasa adalah jumlah barang atau jasa yang ingin dan mampu dibeli orang pada tingkat harga tertentu. Kurva permintaan adalah representasi grafis tentang bagaimana permintaan untuk barang atau jasa berubah ketika harganya berubah.
Daftar isi
Apa itu teori permintaan?
Definisi: Teori permintaan adalah ide ekonomi yang mengacu pada hubungan antara permintaan konsumen untuk produk dan jasa dan harga di pasar. Ide ekonomi penawaran dan permintaan menyatakan bahwa di pasar bebas, barang dan jasa dengan permintaan konsumen yang tinggi lebih mahal daripada barang dan jasa dengan sedikit atau tanpa permintaan.
Teori permintaan mencoba menjelaskan perilaku konsumen dan bisnis di pasar bebas. Teori ini didasarkan pada asumsi bahwa orang-orang rasional dan akan membuat keputusan yang sesuai dengan kepentingan terbaik mereka. Teori ini juga mengasumsikan bahwa orang memiliki informasi yang sempurna tentang produk dan jasa yang ingin mereka beli.
Arti Teori Permintaan
Teori permintaan adalah studi tentang bagaimana orang menentukan apa yang akan dibeli, berapa banyak yang akan dibeli, dan kapan membelinya. Teori tersebut merupakan upaya untuk menjelaskan hubungan antara harga dan jumlah yang diminta. Teori permintaan menyoroti faktor-faktor yang mempengaruhi kuantitas yang diminta dari suatu barang atau jasa.
Faktor-faktor ini termasuk pendapatan, harga barang dan jasa lain, selera atau preferensi, dan perubahan harapan konsumen. Model teori permintaan didasarkan pada asumsi bahwa semua hal lain tetap konstan, ketika harga turun, jumlah yang diminta dari barang atau jasa itu juga akan meningkat. Sebaliknya, ketika harga suatu barang atau jasa meningkat, permintaan akan menurun.
Titik di mana jumlah yang diminta sama dengan jumlah yang ditawarkan dikenal sebagai titik ekuilibrium. Pada titik ini, harga tetap konstan karena penawaran sama dengan permintaan. Ketika Permintaan menurun dan Penawaran tetap, harga naik sampai Permintaan meningkat atau Penawaran berkurang, membawa pasar kembali ke ekuilibrium.
Hukum Permintaan dan Kurva Permintaan
Hukum permintaan adalah salah satu prinsip paling dasar dalam ekonomi. Ini menyatakan bahwa ketika harga barang atau jasa meningkat, permintaan akan barang atau jasa akan menurun. Kurva permintaan adalah representasi grafis dari hubungan ini.
Kurva permintaan miring ke bawah karena orang akan membeli lebih sedikit barang atau jasa ketika harganya lebih tinggi. Kurva permintaan dapat digunakan untuk menunjukkan bagaimana perubahan harga akan mempengaruhi permintaan. Misalnya, jika harga barang atau jasa turun, permintaan barang atau jasa akan meningkat.
Kurva permintaan juga dapat digunakan untuk menunjukkan bagaimana perubahan faktor lain, seperti pendapatan atau preferensi, akan mempengaruhi permintaan. Misalnya, jika pendapatan meningkat, permintaan untuk sebagian besar barang dan jasa juga akan meningkat.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi permintaan. Ini termasuk
1. Harga
Faktor terpenting yang mempengaruhi permintaan adalah harga. Ketika harga naik, permintaan biasanya menurun. Ini karena orang memiliki jumlah uang yang terbatas untuk dibelanjakan, sehingga mereka akan membeli lebih sedikit barang atau jasa ketika harganya lebih tinggi.
2. Pendapatan
Faktor penting lainnya yang mempengaruhi permintaan adalah pendapatan. Ketika pendapatan meningkat, permintaan untuk sebagian besar barang dan jasa juga meningkat. Hal ini karena orang memiliki lebih banyak uang untuk dibelanjakan ketika pendapatan mereka lebih tinggi.
3. Preferensi
Preferensi mengacu pada hal-hal yang disukai atau tidak disukai orang. Jika orang lebih menyukai barang atau jasa, mereka akan menuntut lebih banyak. Misalnya, jika orang lebih suka apel daripada jeruk, mereka akan menuntut lebih banyak apel daripada jeruk.
4. Harga Barang dan Jasa Lainnya
Harga barang dan jasa lain juga dapat mempengaruhi permintaan. Misalnya, jika harga jeruk turun, permintaan apel juga bisa turun karena orang memiliki lebih banyak uang untuk dibelanjakan untuk jeruk.
5. Harapan
Harapan mengacu pada hal-hal yang orang pikirkan akan terjadi di masa depan. Jika orang mengharapkan harga barang atau jasa meningkat, mereka akan meminta lebih sedikit sekarang.
6. Jumlah Pembeli
Jumlah pembeli di pasar juga dapat mempengaruhi permintaan. Jika ada lebih banyak pembeli, permintaan akan meningkat.
7. Kebijakan Pemerintah
Kebijakan pemerintah juga dapat mempengaruhi permintaan. Misalnya, jika pemerintah mengenakan pajak atas barang atau jasa, permintaan barang atau jasa biasanya akan menurun.
8. Faktor Musim
Faktor musiman, seperti waktu dalam setahun, juga dapat mempengaruhi permintaan. Misalnya, permintaan es krim biasanya lebih tinggi di musim panas daripada di musim dingin.
9. Cuaca
Cuaca juga dapat mempengaruhi permintaan. Misalnya, permintaan payung biasanya lebih tinggi saat hujan daripada saat tidak hujan.
10. Bencana Alam
Bencana alam, seperti angin topan dan gempa bumi, juga dapat mempengaruhi permintaan. Misalnya, permintaan bahan bangunan biasanya lebih tinggi setelah bencana alam.
Penawaran dan permintaan

Di pasar bebas, permintaan barang atau jasa ditentukan oleh interaksi penawaran dan permintaan. Kurva permintaan menunjukkan berapa banyak barang atau jasa yang bersedia dibeli orang pada berbagai harga. Kurva penawaran menunjukkan berapa banyak barang atau jasa yang bersedia dijual oleh bisnis pada harga yang berbeda.
Titik di mana kurva permintaan dan kurva penawaran berpotongan disebut harga keseimbangan. Ini adalah harga di mana permintaan dan penawaran adalah sama. Pada harga keseimbangan, bisnis dapat menjual semua barang atau jasa yang ingin mereka jual, dan orang dapat membeli semua barang atau jasa yang ingin mereka beli.

Jika permintaan akan suatu barang atau jasa meningkat, harga keseimbangan akan meningkat. Ini karena bisnis ingin menjual lebih banyak barang atau jasa dengan harga lebih tinggi. Jika permintaan barang atau jasa menurun, harga keseimbangan akan turun. Dalam kasus seperti itu, bisnis ingin menjual lebih sedikit barang atau jasa dengan harga lebih rendah.
Jika penawaran suatu barang atau jasa meningkat, harga keseimbangan akan turun. Ini karena bisnis akan dapat menjual lebih banyak barang atau jasa dengan harga lebih rendah. Jika penawaran barang atau jasa menurun, harga keseimbangan akan meningkat. Ini karena bisnis akan dapat menjual lebih sedikit barang atau jasa dengan harga lebih tinggi.
Kurva permintaan dan kurva penawaran dapat bergeser ke kanan atau ke kiri. Pergeseran ke kanan berarti permintaan atau penawaran meningkat. Pergeseran ke kiri berarti permintaan atau penawaran menurun. Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan kurva permintaan atau kurva penawaran bergeser. Misalnya, perubahan pendapatan dapat menyebabkan kurva permintaan bergeser. Jika pendapatan menurun, permintaan biasanya akan menurun. Ini karena orang akan memiliki lebih sedikit uang untuk dibelanjakan pada barang dan jasa. Jika pendapatan meningkat, permintaan biasanya akan meningkat. Ini karena orang akan memiliki lebih banyak uang untuk dibelanjakan pada barang dan jasa.
Mendefinisikan Sistem Pasar
Sistem pasar adalah sistem ekonomi di mana produksi dan distribusi barang dan jasa ditentukan oleh permintaan dan penawaran pasar. Dalam sistem pasar, bisnis menghasilkan barang dan jasa untuk memenuhi permintaan konsumen. Konsumen menuntut barang dan jasa berdasarkan kebutuhan dan keinginannya. Interaksi antara bisnis dan konsumen menentukan apa yang diproduksi, bagaimana diproduksi, dan siapa yang mendapatkannya.
Sistem pasar disebut juga pasar bebas atau sistem perusahaan bebas. Karakteristik utama dari sistem pasar adalah terdesentralisasi. Artinya tidak ada otoritas pusat yang membuat keputusan tentang apa yang diproduksi dan bagaimana distribusinya. Sebaliknya, keputusan ini dibuat oleh bisnis dan konsumen di pasar.
Ada beberapa keuntungan dari sistem pasar.
- Pertama, sistem pasar efisien. Artinya dapat memproduksi barang dan jasa dalam jumlah besar dengan jumlah sumber daya yang sedikit. Ini karena bisnis dalam sistem pasar mampu berspesialisasi dalam produksi barang dan jasa yang mereka hasilkan dengan baik.
- Kedua, sistem pasar bersifat fleksibel. Ini berarti bahwa ia dapat dengan cepat merespons perubahan permintaan. Misalnya, jika ada peningkatan permintaan untuk barang atau jasa, bisnis dapat dengan cepat meningkatkan produksi untuk memenuhi permintaan ini.
- Ketiga, sistem pasar mendorong persaingan. Ini berarti bahwa bisnis harus terus-menerus berusaha menghasilkan barang dan jasa yang lebih baik dan lebih murah agar dapat bertahan dalam bisnis. Persaingan ini dapat menghasilkan produk baru, teknologi baru, dan harga yang lebih rendah.
- Keempat, sistem pasar mendorong inovasi. Ini berarti bahwa bisnis selalu mencari cara baru dan lebih baik untuk menghasilkan barang dan jasa. Hal ini dapat menyebabkan produk baru dan teknologi baru.
Ada juga beberapa kelemahan sistem pasar.
- Pertama, sistem pasar dapat menimbulkan ketidakadilan. Ini karena beberapa orang mungkin tidak memiliki kesempatan yang sama untuk maju seperti orang lain. Misalnya, seseorang yang lahir dalam keluarga kaya mungkin memiliki waktu yang lebih mudah untuk maju daripada seseorang yang lahir dalam keluarga miskin.
- Kedua, sistem pasar dapat menimbulkan pencemaran dan kerusakan lingkungan. Ini karena bisnis mungkin tidak mau membayar biaya untuk mencegah polusi.
- Ketiga, sistem pasar dapat menyebabkan ketimpangan. Ini karena beberapa orang mungkin menghasilkan banyak uang sementara yang lain mungkin tidak menghasilkan banyak uang. Hal ini dapat menimbulkan keresahan sosial.
- Keempat, sistem pasar bisa tidak stabil. Hal ini karena permintaan dan penawaran dapat berfluktuasi dengan cepat. Hal ini dapat menyebabkan siklus bisnis, seperti resesi dan depresi.
Terlepas dari kekurangannya, sistem pasar adalah cara yang paling efisien dan produktif untuk mengatur ekonomi. Inilah sebabnya mengapa sebagian besar negara memiliki sistem pasar.
Ekspansi dan Kontraksi Permintaan
Peningkatan permintaan disebut perluasan permintaan. Penurunan permintaan disebut kontraksi permintaan.
Ekspansi permintaan dapat disebabkan oleh beberapa faktor-
- Pertama, peningkatan pendapatan dapat menyebabkan perluasan permintaan. Ini karena orang akan memiliki lebih banyak uang untuk dibelanjakan pada barang dan jasa.
- Kedua, peningkatan populasi dapat menyebabkan perluasan permintaan. Hal ini karena akan semakin banyak orang yang membeli barang dan jasa.
- Ketiga, kenaikan harga barang substitusi dapat menyebabkan perluasan permintaan. Ini karena orang akan menuntut lebih banyak barang jika harganya lebih rendah daripada harga barang penggantinya.
- Keempat, kenaikan harga komplemen dapat menyebabkan perluasan permintaan. Ini karena orang akan menuntut lebih banyak barang jika harganya lebih rendah dari harga pelengkapnya.
Kontraksi permintaan dapat disebabkan oleh beberapa faktor:
- Pertama, penurunan pendapatan dapat menyebabkan kontraksi permintaan. Ini karena orang akan memiliki lebih sedikit uang untuk dibelanjakan pada barang dan jasa.
- Kedua, penurunan populasi dapat menyebabkan kontraksi permintaan. Ini karena akan ada lebih sedikit orang yang membeli barang dan jasa.
- Ketiga, kenaikan harga barang substitusi dapat menyebabkan kontraksi permintaan. Ini karena orang akan meminta lebih sedikit barang jika harganya lebih tinggi daripada harga penggantinya.
- Keempat, kenaikan harga komplemen dapat menyebabkan kontraksi permintaan. Ini karena orang akan meminta lebih sedikit barang jika harganya lebih tinggi dari harga pelengkapnya.
Elastisitas Permintaan
Permintaan dikatakan elastis jika perubahan harga yang kecil menyebabkan perubahan permintaan yang besar. permintaan dikatakan tidak elastis jika perubahan kecil dalam harga menyebabkan perubahan kecil dalam permintaan.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi elastisitas permintaan. Pertama, kebutuhan akan barang dapat mempengaruhi elastisitas permintaan. Ini karena orang lebih cenderung menuntut barang jika memang diperlukan. Misalnya, orang cenderung tidak meminta barang mewah saat harga tinggi.
Kedua, horizon waktu dapat mempengaruhi elastisitas permintaan. Ini karena orang lebih cenderung menuntut barang jika mereka bisa menunggu untuk membelinya. Misalnya, orang cenderung tidak meminta barang saat harga tinggi jika mereka bisa menunggu untuk membelinya. Ketiga, jumlah barang substitusi dapat mempengaruhi elastisitas permintaan. Ini karena orang lebih cenderung menuntut barang jika ada lebih banyak barang pengganti. Misalnya, orang cenderung tidak meminta barang ketika harga tinggi jika ada lebih banyak barang pengganti.
Keempat, adanya substitusi dekat dapat mempengaruhi elastisitas permintaan. Ini karena orang lebih cenderung menuntut barang jika pengganti yang dekat tersedia. Misalnya, orang cenderung tidak menuntut barang mewah ketika harga tinggi dan barang pengganti yang dekat dapat diakses dengan harga terjangkau. Secara umum, permintaan lebih elastis dalam jangka panjang daripada dalam jangka pendek. Ini karena orang memiliki lebih banyak waktu untuk mencari pengganti dalam jangka panjang.
Penerapan Teori Permintaan
Teori permintaan digunakan untuk menjelaskan bagaimana orang membuat keputusan tentang apa yang akan dibeli. Ini juga digunakan untuk memprediksi bagaimana permintaan akan berubah sebagai respons terhadap perubahan faktor-faktor seperti pendapatan, populasi, dan harga.
Teori permintaan dapat digunakan untuk memahami dan memprediksi perilaku konsumen. Ini juga dapat digunakan untuk memahami dan memprediksi perilaku perusahaan. Teori permintaan juga digunakan dalam bidang ekonomi. Ini digunakan untuk memahami dan memprediksi perilaku ekonomi. Teori permintaan juga digunakan dalam bidang keuangan. Ini digunakan untuk memahami dan memprediksi perilaku keuangan.
Teori permintaan juga digunakan dalam bidang pemasaran. Ini digunakan untuk memahami dan memprediksi permintaan untuk produk dan layanan. teori permintaan juga digunakan dalam bidang kebijakan publik, psikologi, dan sosiologi. Ini digunakan untuk memahami dan memprediksi permintaan barang dan jasa.
Kesimpulan!
Dalam Teori Permintaan, kita telah belajar bahwa permintaan mengacu pada seberapa banyak barang atau jasa yang diinginkan oleh konsumen. Kami juga telah mempelajari bahwa faktor-faktor lain dapat mempengaruhi permintaan, seperti harga.
Selain itu, kami menyelidiki konsep utilitas marjinal yang semakin berkurang, yang menyatakan bahwa semakin banyak unit barang atau jasa yang dikonsumsi, utilitas atau kepuasan yang diperoleh dari setiap unit tambahan berkurang.
Sekarang setelah kita memiliki pemahaman yang lebih baik tentang Teori Permintaan, mari kita praktikkan dan lihat bagaimana kita dapat menggunakannya untuk menentukan permintaan!
