Barang Keras vs Barang Lunak

Diterbitkan: 2022-06-28

Barang keras adalah produk fisik yang dapat disentuh dan dirasakan. Mereka biasanya terbuat dari bahan tahan lama seperti logam, kaca, atau plastik. Barang keras sering digunakan dalam aplikasi manufaktur dan industri.

Barang-barang keras juga dapat ditemukan di rumah, seperti furnitur, peralatan, atau elektronik. Barang keras biasanya dijual melalui pengecer atau distributor. Barang keras dapat berupa barang baru atau bekas. Barang keras baru sering kali dilindungi oleh garansi. Barang keras bekas dapat dijual "sebagaimana adanya" atau dengan garansi terbatas.

Daftar isi

Apa itu Barang Keras?

Barang keras adalah barang berwujud atau fisik yang secara harfiah terasa sulit disentuh manusia. Mereka dapat disentuh, ditangani, dan dirasakan. Barang keras sering dibuat dari bahan kokoh seperti logam, kaca, atau plastik.

Barang keras dapat dikirim secara internasional. Barang keras sering dikenakan bea masuk dan pajak. Barang keras dapat dikembalikan ke produsen atau pengecer untuk pengembalian uang, pertukaran, atau perbaikan. Barang keras dapat dijual kembali, didaur ulang, atau dibuang.

Karakteristik Barang Keras

Karakteristik Barang Keras

Barang keras adalah produk yang terbuat dari bahan keras, seperti logam atau plastik. Mereka biasanya tahan lama dan memiliki umur panjang. Barang keras sering digunakan dalam konstruksi, manufaktur, dan aplikasi industri lainnya. Mereka biasanya lebih mahal daripada barang lunak. Barang-barang pribadi yang merupakan produk berwujud juga dianggap barang keras.

Mereka memiliki umur simpan yang terbatas, ruang rak yang lebih sedikit, dan mungkin kedaluwarsa. Barang keras sering dicap dengan logo atau tanda lainnya. Barang keras seringkali dilindungi oleh paten, hak cipta, atau merek dagang. Mereka juga bisa palsu. Barang-barang tersebut bisa berbahaya jika digunakan secara tidak benar. Mereka dapat menyebabkan cedera atau kematian dan dapat rusak dan ditarik kembali oleh produsen. Barang-barang tersebut ditawarkan sesuai permintaan konsumen.

Barang Keras dan Lunak

Dalam ritel, barang keras adalah produk yang dapat disentuh dan dirasakan seperti furnitur, peralatan, atau elektronik. Barang keras biasanya dijual melalui pengecer atau distributor. Barang lunak adalah produk yang tidak dapat disentuh dan dirasakan seperti pakaian, buku, atau perangkat lunak. Barang lunak biasanya dijual melalui pengecer atau online.

Garis Keras vs. Garis Lembut

Garis keras adalah produk yang dapat disentuh dan dirasakan seperti furnitur, peralatan, atau elektronik. Garis keras biasanya dijual melalui pengecer atau distributor. Softlines adalah produk yang tidak dapat disentuh dan dirasakan seperti pakaian, buku, atau perangkat lunak. Softlines biasanya dijual melalui pengecer atau online.

Perbedaan Antara Barang Keras dan Barang Lunak

Barang keras adalah barang yang keras dan tahan lama, yang biasanya berukuran besar. Mereka sebagian besar diperdagangkan sebagai satu bagian di lantai untuk dipajang dan penjualan aktual dipenuhi dari ruang stok atau gudang.

Karena sifatnya yang tahan lama, mereka tidak sering dibeli oleh pelanggan yang sama berulang-ulang dalam waktu singkat. Proses pembelian juga membutuhkan waktu yang lama untuk menelusuri dan membandingkan alternatif, hingga mencapai keputusan pembelian akhir.

Barang lunak, di sisi lain, secara harfiah lembut untuk disentuh, dapat dilipat, dan ukurannya lebih kecil. Mereka biasanya dijual dalam jumlah yang lebih tinggi di lantai bagi pelanggan untuk memilih dan pergi. Mereka juga cenderung memiliki frekuensi pembelian yang lebih tinggi oleh pelanggan yang sama, dan proses pembelian yang lebih singkat. Selain itu, karena sebagian besar digunakan untuk konsumsi sehari-hari atau sebagai hadiah, selalu ada kebutuhan konstan untuk mengisi kembali persediaan.

Beberapa contoh barang keras termasuk

  1. mobil
  2. Komputer
  3. peralatan
  4. Mebel
  5. mainan
  6. Peralatan olahraga
  7. Peralatan
  8. Elektronik
  9. Perangkat keras, dll

Beberapa contoh barang lunak antara lain:

  1. Buku
  2. Pakaian
  3. Linen
  4. Sepatu
  5. Aksesoris
  6. Perhiasan

Keuntungan dari Barang Keras

  1. Seringkali lebih murah daripada barang lunak.
  2. Dapat dikembalikan ke produsen atau pengecer untuk pengembalian dana, pertukaran, atau perbaikan.
  3. Bisa dikirim ke luar negeri.
  4. Dapat dijual kembali, didaur ulang, atau dibuang
  5. Memiliki umur simpan yang terbatas dan dapat kedaluwarsa.

Kekurangan Barang Keras

  1. Bisa berbahaya jika digunakan secara tidak benar.
  2. Dapat menyebabkan cedera atau kematian.
  3. Bisa cacat.
  4. Dapat ditarik kembali oleh produsen.
  5. Sering dikenakan bea masuk dan pajak.
  6. Seringkali dicap dengan logo atau tanda lainnya.
  7. Seringkali dilindungi oleh paten, hak cipta, atau merek dagang.
  8. Bisa palsu.

Keuntungan dari Barang Lunak

  1. Seringkali lebih ringan dan lebih mudah diangkut daripada barang keras.
  2. Barang lunak dapat dengan mudah disimpan dan memakan lebih sedikit ruang daripada barang keras.
  3. Barang lunak seringkali lebih murah daripada barang keras.
  4. Mereka dapat dikirim secara internasional.
  5. Barang-barang ini dapat dikembalikan ke produsen atau pengecer untuk pengembalian uang, pertukaran, atau perbaikan.
  6. Dapat dijual kembali, didaur ulang, atau dibuang.
  7. Seringkali memiliki umur simpan yang lebih lama daripada barang keras.

Kekurangan Barang Lunak

  1. Dapat rusak dengan mudah.
  2. Bisa palsu.
  3. Dapat ditarik kembali oleh produsen.
  4. Barang lunak sering dikenakan bea masuk dan pajak.
  5. Barang lunak sering dicap dengan logo atau tanda lainnya.
  6. Barang lunak seringkali dilindungi oleh paten, hak cipta, atau merek dagang.

Bagaimana Pengecer Mengelola Persediaan Barang Keras dan Barang Lunak

Bagaimana Pengecer Mengelola Inventaris

Sebagian besar pengecer menggunakan sistem yang disebut metode eceran untuk memperkirakan persediaan. Metode eceran memperkirakan persediaan dengan menjumlahkan harga pokok penjualan dan membaginya dengan faktor penjualan barang dagangan. Faktor penjualan barang dagangan adalah persentase penjualan yang diharapkan dapat diisi ulang dalam jangka waktu tertentu.

Metode eceran umumnya digunakan untuk memperkirakan persediaan barang keras karena sulit untuk melacak berapa unit setiap barang yang terjual. Metode eceran tidak akurat untuk memperkirakan persediaan barang lunak karena mudah untuk melacak berapa banyak unit setiap barang yang terjual. Selain itu, metode eceran tidak memperhitungkan berbagai jenis barang lunak (misalnya, pakaian, buku, dll.) yang dijual.

Ada dua jenis utama sistem manajemen persediaan: sistem periodik dan sistem perpetual. Sistem periodik adalah sistem di mana persediaan dihitung dan dicatat pada interval tetap, seperti sebulan sekali. Keuntungan dari sistem periodik adalah mudah digunakan dan tidak memerlukan perangkat keras atau perangkat lunak yang mahal. Kerugian dari sistem periodik adalah sulit untuk melacak tingkat Persediaan dan dapat menyebabkan kehabisan stok.

Sistem perpetual adalah sistem di mana persediaan dihitung dan dicatat secara terus menerus. Keuntungan dari sistem perpetual adalah menyediakan informasi real-time tentang tingkat persediaan dan dapat membantu mencegah kehabisan stok. Kerugian dari sistem perpetual adalah lebih mahal untuk diimplementasikan dan membutuhkan perangkat keras dan perangkat lunak yang mahal.

Sebagian besar pengecer menggunakan kombinasi sistem periodik dan sistem perpetual untuk mengelola persediaan. Misalnya, pengecer mungkin menghitung inventaris sebulan sekali tetapi juga melacak data penjualan setiap hari. Ini akan memungkinkan pengecer untuk memiliki informasi yang akurat tentang tingkat persediaan dan data penjualan.

Kesimpulan!

Kesimpulannya, barang-barang keras memiliki banyak kelebihan dibandingkan barang-barang lunak, tetapi ada beberapa kelemahan barang-barang keras juga.

Banyak pengecer menggunakan metode eceran untuk memperkirakan persediaan Barang Keras karena sulit untuk melacak berapa banyak unit setiap barang yang terjual. Metode eceran tidak akurat untuk memperkirakan persediaan barang lunak karena mudah untuk melacak berapa banyak unit setiap barang yang terjual.

Bagaimana menurutmu? Apakah Anda memiliki pengalaman dalam mengelola inventaris untuk barang-barang keras? Beri tahu kami di komentar di bawah!