Pertanyaan Dikotomis: Definisi, Kepentingan dan Contoh

Diterbitkan: 2022-08-26

Pertanyaan dikotomis adalah pertanyaan yang dapat dijawab dengan jawaban “ya” atau “tidak”. pertanyaan dikotomis sering digunakan dalam riset pasar untuk memahami perilaku konsumen. Mereka juga digunakan dalam riset pasar atau saat melakukan riset akademis untuk menguji hipotesis.

Pertanyaan dikotomis dapat diajukan dalam beberapa cara. Misalnya, pertanyaan dikotomis dapat diajukan dalam survei dengan memberikan dua opsi untuk dipilih, atau dapat ditanyakan dalam wawancara dengan meminta responden untuk setuju atau tidak setuju dengan suatu pernyataan.

Daftar isi

Apa itu Pertanyaan Dikotomis?

Pertanyaan dikotomis adalah jenis pertanyaan survei yang meminta responden untuk memilih Ya atau Tidak, Setuju atau Tidak Setuju, Benar atau Salah, dan Adil atau Tidak Adil. Saat menyusun pertanyaan dikotomis, penting untuk memastikan bahwa pertanyaannya jelas dan tidak ambigu. Pilihan jawaban juga harus saling eksklusif sehingga responden hanya dapat memilih satu pilihan.

Memahami pertanyaan dikotomis

Pertanyaan survei dikotomis adalah pertanyaan yang meminta responden untuk memilih di antara dua pilihan jawaban. Format pertanyaan sering digunakan dalam survei untuk mendapatkan gambaran cepat tentang preferensi emosional atau pendapat audiens target tentang suatu topik.

Pertanyaan dikotomis dapat bersifat faktual atau emosional. Pertanyaan dikotomi faktual meminta responden untuk melaporkan pengalaman atau pengetahuan mereka tentang suatu topik, sedangkan pertanyaan dikotomis emosional meminta responden untuk memilih di antara dua opsi yang mencerminkan preferensi mereka.

Banyak faktor yang dapat mempengaruhi bagaimana seorang responden mengalami pertanyaan dikotomis. Ini dapat mencakup opsi jawaban, pengalaman survei, dan audiens target. Saat menulis pertanyaan dikotomis, penting untuk mempertimbangkan semua faktor ini untuk memastikan bahwa pertanyaan tersebut efektif.

Pilihan jawaban dapat mempengaruhi pengalaman responden, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi jawaban yang diberikan. Pertanyaan dikotomis sering digunakan dalam survei untuk membuat dikotomi atau pertanyaan dua opsi. Opsi jawaban dapat dibingkai dengan cara yang lebih menyukai satu opsi daripada yang lain, yang dapat menyebabkan jawaban yang bias.

Pelaporan faktual merupakan salah satu bentuk pertanyaan dikotomis. Mereka sering digunakan dalam pengalaman survei untuk mendapatkan pilihan jawaban dari responden. Nada suara untuk pertanyaan dikotomis dapat berupa percakapan.

Pentingnya Pertanyaan Dikotomis

Pentingnya Pertanyaan Dikotomis

Beberapa alasan di balik pentingnya pertanyaan dikotomis adalah:

1. Mudah dijawab dan cepat ditanggapi

Pertanyaan dikotomis mudah dijawab karena responden hanya memiliki dua pilihan. Ini membuat pertanyaan dikotomis juga cepat ditanggapi.

2. Membantu mendapatkan jawaban yang jelas

Pertanyaan dikotomis membantu peneliti mendapatkan jawaban yang jelas karena tanggapannya bersifat afirmatif atau negatif.

3. Berguna untuk mendapatkan opini

Pertanyaan dikotomis berguna untuk mendapatkan pendapat tentang topik tertentu karena responden dapat mengungkapkan pandangan mereka dengan jelas melalui pertanyaan dikotomis.

4. Membantu dalam mengambil keputusan

Pertanyaan dikotomis juga membantu dalam pengambilan keputusan karena memberikan pilihan yang jelas untuk dipilih.

5. Digunakan secara luas dalam riset pasar

Pertanyaan dikotomis digunakan secara luas dalam riset pasar untuk memahami perilaku konsumen. Mereka membantu peneliti mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan konsumen.

Hal-hal yang perlu diingat Saat Membingkai Pertanyaan Dikotomis

Saat membuat pertanyaan dikotomis, penting untuk mengingat hal-hal berikut:

  1. Pastikan pertanyaannya jelas dan tidak ambigu
  2. Pilihan jawaban harus saling eksklusif
  3. Buat pertanyaannya singkat dan langsung ke intinya
  4. Hindari menggunakan pertanyaan dikotomis berlaras ganda
  5. Pastikan pertanyaannya tidak mengarah

Pertanyaan dikotomis adalah jenis pertanyaan survei yang bisa sangat berguna untuk mendapatkan jawaban yang jelas dan ringkas. Namun, penting untuk mengikuti tips yang disebutkan di atas untuk memastikan bahwa pertanyaan dikotomis dibingkai dengan benar.

Contoh Soal Dikotomis

1. Karyawan & SDM

Menggunakan survei keluar adalah metode yang fantastis untuk lebih memahami mengapa karyawan meninggalkan perusahaan Anda dan berusaha untuk meningkatkan lingkungan kerja sambil mengurangi churn karyawan.

Ini juga memungkinkan Anda untuk mengajukan beberapa pertanyaan yang sangat langsung yang dapat membantu Anda membuat keputusan di masa depan. Ini adalah ketika menggunakan pertanyaan dikotomis mungkin cukup berguna. Beberapa pertanyaan dalam kasus seperti itu dapat menjadi-

  1. Apakah Anda meninggalkan perusahaan karena kondisi kerja yang buruk?
  2. Apakah Anda meninggalkan perusahaan karena terbatasnya kesempatan untuk tumbuh dan berkembang?

2. Pendidikan & Akademik

Pertanyaan dikotomis juga dapat digunakan dalam penelitian akademis untuk menguji hipotesis. Beberapa contoh pertanyaan dikotomis yang dapat digunakan untuk tujuan ini adalah:

  1. Apakah menurut Anda pendidikan online sama baiknya dengan pendidikan tradisional?
  2. Apakah menurut Anda penggunaan teknologi di kelas meningkatkan hasil belajar?

3. Acara

Saat menyelenggarakan acara, penting untuk mendapatkan umpan balik dari peserta untuk meningkatkan kualitas acara di masa mendatang. Mengajukan pertanyaan dikotomis bisa menjadi cara yang bagus untuk mendapatkan umpan balik ini. Beberapa contoh pertanyaan dikotomis yang dapat diajukan dalam hal ini adalah-

  1. Apakah Anda puas dengan keseluruhan penyelenggaraan acara?
  2. Apakah menurut Anda acara tersebut informatif?

4. Riset Pemasaran

Pertanyaan dikotomis sering digunakan dalam riset pemasaran untuk memahami perilaku konsumen. Beberapa contoh pertanyaan dikotomis yang dapat diajukan di sini adalah-

  1. Apakah Anda puas dengan produknya?
  2. Apakah Anda akan merekomendasikan produk ke teman?

Mengajukan pertanyaan dikotomis bisa menjadi cara yang bagus untuk mendapatkan jawaban yang jelas dan ringkas dari responden. Namun, penting untuk mengingat tip yang disebutkan di atas saat membingkai pertanyaan seperti itu.

Ini akan memastikan bahwa pertanyaan dikotomis dibingkai dengan benar dan berguna dalam memperoleh informasi yang diinginkan.

Kapan Menggunakan Pertanyaan Dikotomis?

Kapan Menggunakan Pertanyaan Dikotomis

1. Kepuasan Pelanggan

Mengajukan pertanyaan dikotomis adalah cara yang bagus untuk mengukur kepuasan pelanggan. Beberapa contoh pertanyaan dikotomis yang dapat diajukan saat mengukur kepuasan pelanggan adalah- Apakah Anda puas dengan produk? & Apakah Anda akan merekomendasikan produk ke teman?

2. Survei Perawatan Kesehatan

Pertanyaan dikotomis juga dapat digunakan dalam survei perawatan kesehatan untuk memahami kepuasan pasien. Beberapa pertanyaan dikotomis yang dapat diajukan selama survei perawatan kesehatan adalah- Apakah Anda puas dengan kualitas perawatan yang Anda terima? & Apakah Anda akan merekomendasikan rumah sakit ini kepada seorang teman?

3. Evaluasi Pelatihan

Saat melakukan evaluasi pelatihan, pertanyaan dikotomis dapat digunakan untuk memahami efektivitas pelatihan. Beberapa pertanyaan dikotomis yang dapat digunakan saat mengevaluasi pelatihan adalah- Apakah Anda merasa bahwa pelatihan itu bermanfaat? & Apakah Anda akan merekomendasikan pelatihan ini kepada rekan kerja?

4. Jangkauan Pemasaran

Pertanyaan dikotomis juga dapat digunakan untuk memahami jangkauan kampanye pemasaran. Beberapa pertanyaan dikotomis yang dapat diajukan selama riset pasar adalah- Apakah Anda melihat iklannya? & Apakah iklan mempengaruhi keputusan pembelian Anda?

5. Penilaian Kepribadian

Pertanyaan dikotomis juga dapat digunakan dalam penilaian kepribadian. Anda dapat menggunakan jenis pertanyaan dikotomis berikut untuk penilaian kepribadian yang efektif- Apakah Anda orang pagi atau orang malam? & Apakah Anda lebih suka bekerja sendiri atau dalam kelompok?

Cara menggunakan pertanyaan dikotomis

1. Pemutaran Survei

Pertanyaan dikotomis dapat digunakan sebagai pertanyaan saringan dalam survei. Ini dapat membantu menyaring responden yang tidak memenuhi syarat untuk mengikuti survei. Misalnya, jika Anda melakukan survei tentang pemilik mobil, Anda dapat menggunakan pertanyaan dikotomis berikut sebagai pertanyaan saringan- Apakah Anda memiliki mobil?

2. Kejelasan

Pertanyaan dikotomis biasanya sangat jelas dan ringkas. Hal ini membuat mereka mudah dipahami oleh responden. Mengajukan pertanyaan dikotomis dapat membantu meningkatkan kejelasan survei.

Kelebihan Soal Dikotomis

1. Kesederhanaan

Pertanyaan dikotomis biasanya sangat sederhana dan lugas. Hal ini membuat mereka mudah untuk menjawab untuk responden. Mengajukan pertanyaan dikotomis dapat membantu membuat survei lebih sederhana dan lebih mudah untuk diselesaikan.

2. Hemat waktu

Pertanyaan dikotomis dapat menghemat waktu karena biasanya sangat singkat dan to the point. Hal ini membuat mereka mudah untuk menjawab untuk responden. Mengajukan pertanyaan dikotomis dapat membantu mengurangi panjang keseluruhan survei.

3. Tingkat Respon

Pertanyaan dikotomis juga dapat membantu meningkatkan tingkat respons survei. Mengajukan pertanyaan dikotomis dapat membuat survei lebih menarik dan menarik bagi responden. Hal ini, pada gilirannya, dapat meningkatkan kemungkinan responden menyelesaikan survei.

4. Analisis Data

Pertanyaan dikotomis juga dapat dengan mudah dianalisis. Hal ini karena pertanyaan dikotomis biasanya hanya memiliki dua kemungkinan jawaban. Akibatnya, pertanyaan dikotomis dapat memberikan data yang jelas dan ringkas yang mudah dianalisis.

Kekurangan Pertanyaan Dikotomis

1. Informasi Terbatas

Pertanyaan dikotomis hanya dapat memberikan informasi yang terbatas. Hal ini karena pertanyaan dikotomis hanya memiliki dua kemungkinan jawaban. Akibatnya, pertanyaan dikotomis tidak dapat memberikan informasi yang detail atau bernuansa.

2. Jawaban yang Bias

Pertanyaan dikotomis juga bisa bias. Hal ini karena pertanyaan dikotomis biasanya memiliki jawaban yang telah ditentukan sebelumnya. Akibatnya, responden mungkin merasa tertekan untuk memilih salah satu dari dua jawaban tersebut. Hal ini dapat menyebabkan hasil yang bias atau tidak akurat.

3. Opsi Respons Terbatas

Pertanyaan dikotomis juga memiliki pilihan jawaban yang terbatas. Hal ini karena pertanyaan dikotomis hanya memiliki dua kemungkinan jawaban. Akibatnya, responden mungkin merasa tidak dapat mengungkapkan pendapat sepenuhnya tentang masalah tersebut.

4. Kesalahan Respon

Pertanyaan dikotomis juga dapat menyebabkan kesalahan respons. Hal ini karena pertanyaan dikotomis hanya memiliki dua kemungkinan jawaban. Akibatnya, responden dapat memilih jawaban yang salah karena kesalahan. Hal ini dapat menyebabkan ketidakakuratan dalam data.

Perbedaan Soal Dikotomis dan Soal Pilihan Ganda

Pertanyaan dikotomis biasanya sangat sederhana dan lugas. Hal ini membuat mereka mudah untuk menjawab untuk responden. Mengajukan pertanyaan dikotomis dapat membantu membuat survei lebih sederhana dan lebih mudah untuk diselesaikan.

Pertanyaan pilihan ganda, di sisi lain, biasanya lebih kompleks. Hal ini dikarenakan soal pilihan ganda memiliki lebih dari dua kemungkinan jawaban. Alhasil, soal pilihan ganda dapat memberikan informasi yang lebih detail dan bernuansa.

Namun, pertanyaan pilihan ganda juga bisa lebih sulit dijawab oleh responden. Mengajukan pertanyaan pilihan ganda dapat membantu membuat survei menjadi lebih kompleks dan sulit untuk diselesaikan.

Kesimpulan!

Pada catatan penutup, jelas bahwa pertanyaan dikotomis biasanya sangat sederhana dan lugas. Hal ini membuat mereka mudah untuk menjawab untuk responden. Mengajukan pertanyaan dikotomis dapat membantu membuat survei lebih sederhana dan lebih mudah untuk diselesaikan.

Namun, pertanyaan dikotomis hanya dapat memberikan informasi yang terbatas. Hal ini karena pertanyaan dikotomis hanya memiliki dua kemungkinan jawaban.

Akibatnya, pertanyaan dikotomis tidak dapat memberikan informasi yang detail atau bernuansa. Selain itu, pertanyaan dikotomis juga bisa menjadi bias. Hal ini karena pertanyaan dikotomis biasanya memiliki jawaban yang telah ditentukan sebelumnya.

Akibatnya, responden mungkin merasa tertekan untuk memilih salah satu dari dua jawaban tersebut. Terserah surveyor untuk memutuskan jenis pertanyaan yang akan digunakan berdasarkan tujuan survei.

Bagaimana menurutmu? Apakah menurut Anda pertanyaan dikotomis adalah cara yang baik untuk mengumpulkan data? Mengapa atau mengapa tidak? Beri tahu kami di komentar di bawah!