Devaluasi – Definisi, Penyebab, Contoh dan Keuntungan

Diterbitkan: 2022-08-12

Daftar isi

Apa itu Devaluasi?

Devaluasi adalah alat kebijakan moneter yang digunakan oleh negara-negara untuk mengurangi nilai mata uang mereka dengan membawa penurunan yang disengaja dalam nilai mata uang suatu negara dibandingkan dengan mata uang lainnya. Devaluasi terjadi ketika bank sentral suatu negara menurunkan nilai tukar resmi mata uang domestiknya.

Devaluasi membuat barang impor lebih mahal dan dapat membantu meningkatkan ekspor dengan membuatnya lebih murah untuk dibeli negara lain.

Devaluasi dapat digunakan sebagai alat untuk memerangi inflasi, mendorong ekspor, dan meningkatkan neraca perdagangan negara. Suatu negara juga dapat mendevaluasi mata uangnya untuk mengurangi biaya barang dan jasa yang diimpor.

Devaluasi memungkinkan negara untuk meningkatkan ekspor, menurunkan defisit perdagangan, dan mengurangi biaya pembayaran bunga atas utang pemerintah dengan menurunkan nilai mata uang mereka.

Arti dari Devaluasi

Devaluasi adalah ketika mata uang suatu negara bernilai kurang dari sebelumnya. Ini terjadi ketika pemerintah negara tersebut membuat keputusan yang disengaja untuk membuat mata uangnya kurang berharga di pasar global. Devaluasi biasanya terjadi ketika ekonomi suatu negara sedang berjuang dan pemerintahnya ingin membuat ekspornya lebih murah sehingga dapat berdagang lebih banyak dan memperbaiki situasi ekonominya.

Devaluasi juga bisa menjadi cara bagi suatu negara untuk mengecilkan defisit perdagangan dengan membuat impornya menjadi lebih mahal. Mata uang asing dapat dibeli dan dijual di pasar internasional. Devaluasi terjadi ketika mata uang negara tersebut bernilai kurang dari sebelumnya.

Ada berbagai jenis devaluasi, tetapi dua yang paling umum adalah nilai tukar mengambang dan nilai tukar tetap. Devaluasi biasanya terjadi ketika suatu negara memiliki nilai tukar tetap. Ini karena pemerintah dapat mengontrol nilai mata uangnya dengan menetapkan kurs. Jika suatu negara memiliki nilai tukar mengambang, pasar akan menentukan nilai mata uang, dan pemerintah tidak dapat melakukan intervensi. Devaluasi juga dapat disebabkan oleh mata uang relatif, yaitu ketika nilai satu mata uang naik atau turun dalam kaitannya dengan mata uang lain.

Dana moneter internasional telah menetapkan daftar negara-negara yang mata uangnya diizinkan untuk mendevaluasi. Devaluasi dapat memiliki efek positif dan negatif pada suatu negara. Ini dapat membantu meningkatkan neraca perdagangan negara dan membuat ekspornya lebih kompetitif, tetapi juga dapat menyebabkan inflasi dan membuat barang impor lebih mahal. Konsumen domestik juga dapat menderita karena devaluasi dapat menyebabkan harga yang lebih tinggi untuk barang-barang impor

Ekspor dikurangi impor adalah cara menghitung neraca perdagangan suatu negara. Devaluasi dapat membantu meningkatkan neraca perdagangan suatu negara dengan membuat ekspornya lebih murah dan impornya lebih mahal.

Penyebab Devaluasi

Penyebab Devaluasi

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan mata uang mengalami devaluasi.

  1. Suatu negara dapat dengan sengaja menurunkan nilai mata uangnya untuk membuat ekspornya lebih kompetitif dan meningkatkan permintaannya.
  2. Jika suatu negara memiliki tingkat inflasi yang tinggi, ini dapat menyebabkan devaluasi karena investor kehilangan kepercayaan terhadap mata uang dan meminta lebih banyak untuk mendapatkan jumlah barang atau jasa yang sama.
  3. Suatu negara juga dapat mengalami devaluasi mata uang jika terjadi penurunan permintaan ekspornya.
  4. Devaluasi juga dapat disebabkan oleh ketidakstabilan politik atau perubahan kebijakan pemerintah.

Efek Devaluasi

Devaluasi dapat memiliki efek positif dan negatif pada perekonomian suatu negara.

  1. Devaluasi dapat menyebabkan inflasi yang lebih tinggi karena barang impor menjadi lebih mahal.
  2. Devaluasi juga dapat menyebabkan hilangnya pekerjaan di sektor-sektor yang bergantung pada impor, seperti sektor manufaktur.
  3. Devaluasi dapat membantu meningkatkan ekspor dengan membuatnya lebih murah untuk dibeli negara lain.
  4. Devaluasi juga dapat membantu mengurangi defisit perdagangan suatu negara dengan membuat ekspornya lebih kompetitif.
  5. Devaluasi dapat menyebabkan tingkat suku bunga yang lebih tinggi dan peningkatan utang pemerintah.

Devaluasi dan Perang Mata Uang

Sebuah perang mata uang, juga dikenal sebagai devaluasi kompetitif, adalah konflik ekonomi di mana negara-negara berusaha untuk mendapatkan keuntungan perdagangan atas negara lain dengan artifisial menurunkan nilai mata uang mereka.

Perang mata uang dapat menyebabkan inflasi, kehilangan pekerjaan, dan tingkat suku bunga yang lebih tinggi. Mereka juga dapat menyebabkan penurunan perdagangan dan investasi global.

Perang mata uang terakhir terjadi selama Depresi Hebat tahun 1930-an. Negara-negara seperti Amerika Serikat dan Prancis mendevaluasi mata uang mereka dalam upaya untuk meningkatkan ekspor dan memperbaiki neraca perdagangan mereka.

Perang mata uang dapat memiliki efek yang menghancurkan pada ekonomi dan dapat menyebabkan resesi ekonomi global.

Contoh Devaluasi

Ada sejumlah contoh devaluasi sepanjang sejarah.

  1. Pada tahun 1971, Amerika Serikat mendevaluasi dolar sebesar 10% terhadap mata uang lain dalam upaya untuk memperbaiki neraca perdagangannya.
  2. Pada tahun 1985, Prancis mendevaluasi franc sebesar 15% terhadap mata uang lainnya.
  3. Pada tahun 1992, Inggris terpaksa mendevaluasi pound setelah menjadi jelas bahwa negara tersebut tidak akan dapat memenuhi kewajiban mata uangnya.
  4. Pada tahun 1998, Rusia mendevaluasi rubel sebesar 30% terhadap mata uang lainnya. Hal ini menyebabkan penurunan permintaan untuk aset berdenominasi Rubel dan krisis keuangan di Rusia.
  5. Pada tahun 2001, Argentina mendevaluasi peso sebesar 30% terhadap dolar AS. Hal ini menyebabkan peningkatan inflasi dan penurunan permintaan ekspor Argentina.
  6. Pada 2015, China mendevaluasi yuan sebesar 3% terhadap dolar AS. Hal ini dilihat sebagai upaya China untuk menggenjot ekspor dan memperbaiki neraca perdagangannya.

Apa perbedaan antara devaluasi, depresiasi, dan deflasi?

Depresiasi adalah penurunan nilai aset dari waktu ke waktu. Devaluasi adalah penurunan nilai mata uang yang disengaja. Deflasi adalah penurunan harga secara umum.

Depresiasi dan devaluasi dapat menyebabkan deflasi. Devaluasi adalah ukuran kebijakan yang disengaja sementara depresiasi adalah proses pasar alami.

Depresiasi dapat disebabkan oleh sejumlah faktor, seperti keusangan teknologi atau perubahan preferensi konsumen. Devaluasi biasanya disebabkan oleh tindakan pemerintah.

Deflasi dapat disebabkan oleh depresiasi atau devaluasi. Ini adalah penurunan harga secara umum, bukan hanya harga satu aset atau mata uang tertentu.

Masalah dengan Devaluasi

1. Mengemis Tetanggamu

Di dunia modern, semua negara dihubungkan bersama melalui perdagangan. Sebuah negara yang mendevaluasi mata uangnya secara efektif “mengemis” mitra dagangnya dengan membuat ekspornya lebih murah dan impornya lebih mahal. Hal ini dapat menyebabkan tindakan pembalasan dari negara lain, yang dapat memulai perang mata uang.

2. Sebagian Besar Eksportir Melakukan Lindung Nilai

Sebagian besar perusahaan yang mengekspor barang atau jasa telah melakukan lindung nilai terhadap eksposur mata uang mereka. Ini berarti bahwa mereka telah mengambil kontrak untuk membeli atau menjual mata uang asing pada tingkat bunga tetap. Devaluasi tidak akan berdampak signifikan pada perusahaan-perusahaan ini karena mereka telah mengunci nilai tukar mereka.

3. Eksportir Juga Importir!

Penting untuk diingat bahwa banyak perusahaan adalah eksportir dan importir. Devaluasi akan berdampak positif pada bisnis ekspor mereka tetapi berdampak negatif pada bisnis impor mereka. Hal ini dapat menyebabkan hilangnya pekerjaan di sektor-sektor yang bergantung pada impor, seperti sektor manufaktur.

4. Pekerja Kehilangan Upah Riil

Pekerja yang dibayar dalam mata uang lokal akan melihat upah riil mereka menurun ketika mata uang mendevaluasi. Hal ini dapat menyebabkan keresahan sosial dan ketidakstabilan politik.

5. Konsumen Menghadapi Harga Lebih Tinggi

Devaluasi akan menyebabkan harga yang lebih tinggi untuk barang dan jasa impor. Ini akan memukul konsumen keras, terutama mereka yang berpenghasilan rendah. Devaluasi juga dapat menyebabkan inflasi yang lebih tinggi, yang dapat mengikis daya beli konsumen.

Keuntungan Devaluasi

Keuntungan Devaluasi

1. Meningkatkan Neraca Perdagangan

Devaluasi dapat meningkatkan neraca perdagangan suatu negara dengan membuat ekspornya lebih murah dan impornya lebih mahal. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan permintaan produk dalam negeri dan penurunan permintaan barang impor.

2. Menarik Investasi Asing

Mata uang yang terdevaluasi membuat aset suatu negara lebih murah bagi investor asing. Hal ini dapat menyebabkan arus masuk modal, yang dapat digunakan untuk membiayai pembangunan ekonomi.

3. Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi

Devaluasi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dengan meningkatkan ekspor dan menurunkan impor. Peningkatan permintaan ini dapat menyebabkan tingkat produksi yang lebih tinggi dan lebih banyak pekerjaan.

4. Membantu Eksportir

Mata uang yang terdevaluasi membuat ekspor suatu negara menjadi lebih murah, yang dapat menyebabkan permintaan yang lebih tinggi dan peningkatan penjualan. Devaluasi juga dapat membantu eksportir dengan membuat input impor menjadi lebih murah.

5. Mengurangi Beban Hutang

Sebuah negara dengan mata uang yang terdevaluasi akan memiliki beban utang yang lebih rendah karena utangnya akan bernilai lebih rendah dalam mata uang asing. Ini dapat membebaskan sumber daya untuk penggunaan lain, seperti investasi atau pengeluaran kesejahteraan sosial.

Devaluasi vs Revaluasi

Devaluasi adalah ketika suatu negara dengan sengaja menurunkan nilai mata uangnya. Revaluasi adalah ketika suatu negara meningkatkan nilai mata uangnya. Devaluasi biasanya digunakan untuk mendorong ekspor dan pertumbuhan ekonomi. Revaluasi biasanya digunakan untuk mengendalikan inflasi.

Baik devaluasi dan revaluasi dapat memiliki efek positif dan negatif pada perekonomian suatu negara. Devaluasi dapat menyebabkan ekspor dan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, tetapi juga dapat menyebabkan harga barang dan jasa impor yang lebih tinggi. Revaluasi dapat menyebabkan inflasi yang lebih rendah, tetapi juga dapat menyebabkan tingkat suku bunga yang lebih tinggi dan penurunan permintaan produk dalam negeri.

Keputusan apakah akan mendevaluasi atau merevaluasi mata uang adalah keputusan yang sulit yang harus dibuat oleh pemerintah suatu negara. Pemerintah harus mempertimbangkan potensi keuntungan dan kerugian dari setiap pilihan sebelum mengambil keputusan. Devaluasi biasanya digunakan ketika ekonomi suatu negara sedang berjuang dan perlu meningkatkan ekspor. Revaluasi biasanya digunakan ketika tingkat inflasi suatu negara terlalu tinggi.

Jika Anda seorang investor, penting untuk menyadari dampak potensial dari devaluasi dan revaluasi terhadap investasi Anda. Devaluasi dapat menyebabkan pengembalian yang lebih tinggi untuk investasi dalam mata uang asing, tetapi juga dapat menyebabkan kerugian jika Anda memegang aset dalam mata uang lokal. Revaluasi dapat menyebabkan pengembalian yang lebih rendah untuk investasi dalam mata uang asing, tetapi juga dapat menghasilkan keuntungan jika Anda memegang aset dalam mata uang lokal.

Anda harus selalu berkonsultasi dengan penasihat keuangan sebelum membuat keputusan investasi apa pun. Devaluasi dan revaluasi dapat memiliki efek signifikan pada nilai investasi Anda, jadi penting untuk menyadari risiko dan potensi imbalan sebelum membuat keputusan apa pun.

Devaluasi vs Depresiasi

Devaluasi adalah ketika suatu negara dengan sengaja menurunkan nilai mata uangnya. Depresiasi adalah ketika nilai mata uang menurun karena kekuatan pasar. Devaluasi biasanya digunakan untuk mendorong ekspor dan pertumbuhan ekonomi. Depresiasi biasanya disebabkan oleh faktor-faktor seperti inflasi atau neraca pembayaran suatu negara.

Baik devaluasi dan depresiasi dapat memiliki efek positif dan negatif pada perekonomian suatu negara. Devaluasi dapat menyebabkan ekspor dan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, tetapi juga dapat menyebabkan harga barang dan jasa impor yang lebih tinggi. Depresiasi dapat menyebabkan inflasi yang lebih rendah, tetapi juga dapat menyebabkan tingkat suku bunga yang lebih tinggi dan penurunan permintaan produk dalam negeri.

Kesimpulan!

Pada akhirnya, jelaslah bahwa devaluasi merupakan topik yang kompleks dengan berbagai potensi dampak terhadap perekonomian suatu negara. Devaluasi dapat digunakan untuk mendorong ekspor dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dapat menyebabkan harga barang dan jasa impor yang lebih tinggi.

Keputusan untuk mendevaluasi atau tidak adalah keputusan yang sulit yang harus diambil oleh pemerintah suatu negara. Pemerintah harus mempertimbangkan potensi keuntungan dan kerugian dari setiap pilihan sebelum mengambil keputusan.

Sekarang apa yang Anda pikirkan? Apakah devaluasi itu baik atau buruk? Beri tahu kami di komentar!