Hard Power – Definisi, Arti dan Contoh Dunia Nyata
Diterbitkan: 2022-07-12Apa itu Kekuatan Keras?
Hard power adalah “kemampuan untuk menggunakan paksaan militer atau ekonomi untuk mempengaruhi perilaku negara lain, kelompok, badan politik atau individu.”
Hard power sering digunakan dalam kebijakan luar negeri sebagai cara untuk mencapai tujuan. Hard power telah digunakan sepanjang sejarah sebagai cara untuk mempengaruhi orang atau negara.
Konsep hard power berakar pada realpolitik, sebuah aliran pemikiran yang menekankan penggunaan kekuatan militer dan tekanan ekonomi untuk mencapai tujuan politik.
Hard power pertama kali dipopulerkan sebagai istilah oleh ilmuwan politik Joseph Nye pada 1980-an. Dia menggunakannya untuk menggambarkan kekuatan Amerika Serikat, yang dia lihat terutama berasal dari kekuatan militer dan ekonominya.
Hard power adalah penggunaan paksaan militer atau ekonomi untuk mempengaruhi perilaku negara, kelompok, atau individu lain. Hard power dapat dikontraskan dengan soft power, yaitu kemampuan untuk mempengaruhi melalui persuasi, atraksi budaya, dan pertukaran ide.
Kekuatan keras biasanya dianggap lebih koersif dan kurang halus daripada kekuatan lunak. Ini sering digunakan dalam konteks hubungan internasional, sebagai cara untuk mencapai tujuan kebijakan luar negeri. Hard power dalam ilmu politik dan sosial adalah penggunaan kontrol atas distribusi sumber daya sebagai alat pemaksaan.
Memahami Kekuatan Keras

Hard power sering dikaitkan dengan penggunaan kekuatan ekonomi dan militer. Ini karena militer biasanya merupakan alat paling koersif yang tersedia bagi negara.
Tindakan hard power yang berbeda termasuk sanksi ekonomi, aksi militer, dan diplomasi. Hard power adalah penggunaan tindakan koersif untuk mempengaruhi perilaku negara lain.
Hard power juga dapat berupa tekanan ekonomi, seperti sanksi perdagangan atau pemotongan bantuan. Hard power sering dilihat sebagai pilihan terakhir, untuk digunakan hanya ketika soft power telah gagal.
Kritikus hard power berpendapat bahwa hal itu sering kontraproduktif, menyebabkan kebencian dan perlawanan. Mereka juga menunjukkan tingginya biaya alat-alat hard-power, seperti intervensi militer. Hard power tidak selalu efektif, dan seringkali dapat mengakibatkan blowback.
Contoh Kekuatan Keras
Beberapa contoh populer dari hard power adalah-
Amerika Serikat menginvasi Irak pada tahun 2003, menggunakan kekuatan keras untuk menggulingkan rezim Saddam Hussein.
Pada tahun 2010, PBB memberlakukan sanksi terhadap Iran dalam upaya untuk menghentikan program nuklirnya.
Selama Perang Dingin, Uni Soviet menggunakan kekuatan keras untuk mempertahankan kendali atas negara-negara satelitnya di Eropa Timur.
China telah menggunakan kekuatan keras untuk menegaskan klaimnya di Laut China Selatan, membangun pangkalan militer di pulau-pulau yang disengketakan.
Sejarah Hard Power dalam Hubungan Internasional
Istilah "hard power" menjadi populer di tahun 1980-an, tetapi konsepnya memiliki sejarah panjang. Hard power telah digunakan sepanjang sejarah sebagai cara untuk mempengaruhi orang atau negara.
Penggunaan hard power dalam hubungan internasional dapat ditelusuri kembali ke kebangkitan negara-bangsa modern pada abad ke-16.
Pada saat itu, cara utama untuk mempengaruhi negara lain adalah melalui penggunaan kekuatan militer. Hal ini terus menjadi kasus selama berabad-abad, sebagai negara bersaing untuk kekuasaan melalui imperialisme dan kolonisasi.
Abad ke-20 melihat pergeseran dari penggunaan kekuatan keras, karena kekuatan lunak mulai memainkan peran yang lebih penting dalam hubungan internasional.
Hal ini sebagian disebabkan oleh munculnya organisasi internasional, seperti Liga Bangsa-Bangsa dan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Organisasi-organisasi ini lebih menekankan pada diplomasi dan penyelesaian sengketa secara damai.
Dengan berakhirnya Perang Dingin pada akhir 1980-an, kekuatan keras sekali lagi menjadi alat yang lebih menonjol dalam hubungan internasional.
Ini sebagian disebabkan oleh fakta bahwa sekarang hanya ada satu negara adidaya, Amerika Serikat. Amerika Serikat menggunakan kekuatan militer dan ekonominya untuk menegaskan pengaruhnya di seluruh dunia.
Saat ini, hard power masih menjadi alat penting dalam hubungan internasional. Namun, sering digunakan dalam kombinasi dengan soft power. Ini karena hard power saja sering dianggap terlalu tumpul dan tidak efektif.
Bagaimana Kekuatan Keras digunakan?
Hard power paling sering digunakan dalam bentuk kekuatan militer.
Ini karena militer biasanya merupakan alat paling koersif yang tersedia bagi negara.
Hard power juga dapat berupa tekanan ekonomi, seperti sanksi perdagangan atau pemotongan bantuan.
Hard power sering dilihat sebagai pilihan terakhir, untuk digunakan hanya ketika soft power telah gagal.
Kekuatan Keras vs Kekuatan Lunak


Mari kita memahami perbedaan antara hard power dan soft power dengan alasan yang berbeda-
Arti
Hard power adalah kemampuan untuk mempengaruhi perilaku negara lain melalui penggunaan kekuatan militer atau tekanan ekonomi.
Soft power, di sisi lain, adalah kemampuan untuk mempengaruhi perilaku negara lain melalui penggunaan persuasi dan daya tarik.
Menggunakan
Hard power biasanya digunakan sebagai upaya terakhir, sedangkan soft power dipandang sebagai alat yang lebih efektif untuk persuasi jangka panjang.
Efektivitas
Kekuatan keras seringkali bisa menjadi kontraproduktif, yang mengarah pada kebencian dan perlawanan.
Soft power, di sisi lain, sering dipandang lebih efektif dalam mempengaruhi perilaku orang.
Biaya
Alat-alat hard-power, seperti intervensi militer, seringkali sangat mahal.
Perangkat lunak, seperti diplomasi dan bantuan luar negeri, biasanya jauh lebih murah.
Bagaimana mengukur Daya Keras?
Hard power dapat diukur dari segi militer dan sumber daya ekonomi suatu negara.
Kemampuan hard-power suatu negara dapat dinilai dengan melihat PDB, anggaran pertahanan, dan jumlah pasukannya.
Hard power juga dapat diukur dari kemampuan suatu negara untuk menjatuhkan sanksi ekonomi atau embargo.
Indeks Kekuatan Nasional Komprehensif mengukur kekuatan keras suatu negara pada skala 0 hingga 100. Indeks tersebut memperhitungkan kemampuan militer, ekonomi, dan teknologi suatu negara.
Kekuatan Keras Amerika Serikat
Amerika Serikat adalah negara paling kuat di dunia. Ini memiliki ekonomi terbesar di dunia dan menghabiskan lebih banyak untuk militernya daripada negara lain mana pun.
Amerika Serikat juga memiliki persenjataan nuklir yang besar dan teknologi militer yang canggih.
Kekuatan keras Amerika Serikat memungkinkannya untuk mengerahkan pengaruhnya di seluruh dunia. Amerika Serikat sering menggunakan kekuatan kerasnya untuk mengejar tujuan kebijakan luar negerinya.
Misalnya, Amerika Serikat telah menggunakan militernya untuk campur tangan di negara lain dalam banyak kesempatan.
Amerika Serikat juga menggunakan kekuatan ekonominya untuk mempengaruhi negara lain. Amerika Serikat adalah ekonomi terbesar di dunia dan memiliki surplus perdagangan yang besar.
Amerika Serikat dapat menggunakan kekuatan ekonomi ini untuk menekan negara lain agar mengadopsi kebijakannya.
Amerika Serikat memiliki skor indeks kekuatan nasional yang komprehensif sebesar 97,5. Ini menjadikannya negara paling kuat di dunia.
Cara menggunakan Kekuatan Keras
Keberhasilan hard power tergantung pada sejumlah faktor. Hard power kemungkinan besar akan berhasil bila digunakan dalam kombinasi dengan soft power. Kekuatan keras juga lebih mungkin berhasil bila digunakan melawan negara-negara yang lemah dan terisolasi.
Kekuatan keras cenderung tidak berhasil bila digunakan melawan Amerika Serikat yang kuat. Kekuatan keras juga cenderung tidak berhasil jika digunakan untuk melawan gerakan populer atau pemberontakan.
Efektivitas hard power bervariasi tergantung pada situasi. Hard power sering dianggap terlalu tumpul dan tidak efektif. Ini sering dapat menyebabkan kebencian dan perlawanan. Hard power paling efektif bila digunakan dalam kombinasi dengan soft power.
Ketika Hard Power gagal, soft power harus digunakan sebagai gantinya. Jika hard power digunakan sendiri, seringkali bisa menjadi kontraproduktif. Hal ini karena hard power dapat menimbulkan kebencian dan perlawanan.
Hard power paling efektif bila digunakan dalam kombinasi dengan soft power. Soft power adalah kemampuan untuk mempengaruhi perilaku negara lain melalui penggunaan persuasi dan daya tarik.
Soft power sering dipandang lebih efektif dalam mempengaruhi perilaku orang. Diplomasi dan bantuan luar negeri adalah contoh soft power tools.
Smart Power: Kombinasi Strategi Hard Power dan Soft Power
Smart power adalah kombinasi dari hard power dan soft power. Hard power adalah penggunaan paksaan dan kekerasan. Soft power adalah penggunaan persuasi dan daya tarik. Smart power adalah penggunaan hard power dan soft power dengan cara yang efektif dan efisien.
Amerika Serikat adalah negara paling kuat di dunia. Ini memiliki militer dan ekonomi yang besar. Amerika Serikat juga memiliki persenjataan nuklir yang besar dan teknologi militer yang canggih. Amerika Serikat dapat menggunakan kekuatan kerasnya untuk mempengaruhi negara lain. Soft power Amerika berkisar pada pengaruh budaya, serta sumber daya alam, ekonomi, dan kekuatan politik.
Amerika Serikat juga memiliki surplus perdagangan yang besar. Amerika Serikat dapat menggunakan kekuatan ekonomi ini untuk menekan negara lain agar mengadopsi kebijakannya. Selain itu, Amerika Serikat memiliki populasi yang besar dan berpengaruh secara budaya. Amerika Serikat dapat menggunakan kekuatan lunaknya untuk mempengaruhi negara lain.
Indeks kekuatan nasional yang komprehensif mengukur kekuatan keras dan lunak suatu negara. Amerika Serikat memiliki skor 97,5, menjadikannya negara paling kuat di dunia. Hard power adalah penggunaan paksaan dan kekerasan. Soft power adalah penggunaan persuasi dan daya tarik. Smart power adalah penggunaan hard power dan soft power dengan cara yang efektif dan efisien.
Cara menghasilkan Daya Keras
Membangkitkan hard power membutuhkan suatu negara untuk berinvestasi dalam kemampuan militer. Ini dapat dilakukan dengan dua cara, baik dengan mengalokasikan persentase yang lebih besar dari PDB untuk belanja pertahanan atau dengan memperoleh senjata yang lebih canggih dan mahal.
Penggunaan kekuatan kekuatan militer atau angkatan bersenjata juga merupakan beberapa cara untuk menghasilkan kekuatan keras. Negara sering menggunakan kekuatan keras untuk memaksa negara lain agar memenuhi tuntutan mereka, baik melalui ancaman, sanksi ekonomi, atau penggunaan kekuatan.
Kesimpulan!
Pada catatan penutup, jelas bahwa salah satu aspek terpenting dari hard power adalah kemampuannya untuk mempengaruhi badan-badan politik lainnya.
Hal ini dapat dilakukan melalui tekanan ekonomi, kekuatan militer, atau ancaman keduanya. Hard power bisa menjadi alat yang efektif dalam politik dunia, tetapi juga bisa sangat berbahaya. Jika tidak digunakan dengan hati-hati, hard power dapat menimbulkan konflik bahkan perang.
Sekarang, pada akhirnya, bagaimana Anda mendefinisikan hard power dalam kata-kata Anda? Juga, apakah menurut Anda penggunaannya etis di dunia saat ini? Bagikan pendapat Anda dengan kami di bagian komentar di bawah.
