Hard Asset – Pengertian, Contoh, Manfaat dan Resiko
Diterbitkan: 2022-06-25Aset keras adalah aset fisik atau berwujud yang memiliki nilai dan dapat dijual dan aset ini umumnya dimiliki untuk jangka panjang. Contoh aset keras termasuk real estat, logam mulia, komoditas, dan barang koleksi. Aset keras sering dilihat sebagai investasi yang aman karena memiliki nilai intrinsik dan tidak tunduk pada fluktuasi pasar saham. Berinvestasi dalam aset keras dapat melindungi kekayaan Anda dari inflasi dan menyediakan sumber pendapatan tetap.
Mereka dapat dibeli dan dijual dengan cepat, sehingga sering digunakan sebagai bagian dari portofolio investasi. Namun, aset keras memang membawa beberapa risiko – terutama selama penurunan ekonomi atau koreksi pasar. Baik Anda ingin mendiversifikasi portofolio Anda atau hanya ingin melindungi kekayaan Anda, berinvestasi dalam aset keras bisa menjadi langkah yang cerdas. Pastikan untuk melakukan riset dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan sebelum membuat keputusan apa pun.
Apa itu Harta Keras?
Definisi: Aset keras didefinisikan sebagai aset berwujud atau fisik yang memiliki nilai dan disimpan untuk jangka waktu yang lama. Selain berwujud, aset ini juga terlihat dan dianggap sebagai aset yang dapat diinvestasikan karena nilai intrinsiknya.
Aset keras dapat dibeli dan dimiliki oleh bisnis dan orang-orang untuk tujuan pertumbuhan pendapatan dan peningkatan produksi. Bisnis membeli aset keras untuk membantu meningkatkan produksi, meningkatkan pendapatan, dan bertindak sebagai penyangga terhadap kerugian aset lunak. Namun, terkadang nilai hard assets menurun seiring dengan nilai soft assets.
Aset keras dan aset tetap adalah satu dan sama. Kelas aset keras adalah aset fisik yang digunakan perusahaan untuk menghasilkan pendapatan dan keuntungan di pasar keuangan. Termasuk dalam aset keras adalah hal-hal seperti uang tunai, inventaris, investasi, real estat, dan peralatan.
Arti Kelas Aset Keras
Aset keras memiliki nilai intrinsik yang dapat diukur dari segi penggunaan atau nilai tukarnya. Aset keras digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa berwujud dan, dengan demikian, mereka memiliki kapasitas produktif. Aset keras juga memiliki penyimpan nilai yang dapat digunakan untuk mempertahankan daya beli dari waktu ke waktu.
Beberapa contoh aset keras meliputi:
1. Logam mulia
Emas, perak, platinum, dan paladium.
2. Real estat
Properti komersial, properti industri, tanah, dan properti residensial.
3. Komoditas
Hasil pertanian, seperti jagung, gandum, dan kedelai; produk energi, seperti minyak mentah dan gas alam; dan logam mulia.
4. Koleksi
Barang antik, karya seni, dan perhiasan.
Apa pun tujuan investasi Anda, aset keras dapat menjadi pilihan cerdas bagi investor yang ingin melindungi kekayaan mereka dan meningkatkan pengembalian seiring waktu. Ingatlah untuk melakukan riset Anda, berkonsultasilah dengan penasihat keuangan, dan investasikan dengan bijak!
Berinvestasi dalam Aset Keras

Jika Anda mencari opsi investasi yang aman dan stabil, berinvestasi dalam aset keras mungkin tepat untuk Anda. Aset keras adalah aset berwujud yang memiliki nilai intrinsik, membuatnya kurang rentan terhadap fluktuasi pasar dibandingkan jenis investasi lainnya. Beberapa contoh umum dari aset keras termasuk real estat, logam mulia, komoditas, dan barang koleksi.
Ada banyak manfaat untuk berinvestasi dalam aset keras. Pertama, mereka dapat menjadi lindung nilai yang baik terhadap inflasi dan biasanya dipandang sebagai pilihan investasi yang stabil. Aset keras juga dapat memberikan sumber pendapatan tetap dan mungkin menawarkan pengembalian yang lebih baik daripada jenis investasi lainnya. Namun, ada juga beberapa risiko yang terkait dengan investasi dalam aset keras. Ini termasuk kemungkinan jatuhnya pasar dan kerugian selama kemerosotan ekonomi. Selain itu, investasi aset keras bisa lebih sulit dilikuidasi daripada jenis aset lainnya.
Aset Keras Jangka Panjang vs. Jangka Pendek
Aset keras dapat diklasifikasikan sebagai investasi jangka panjang atau jangka pendek. Aset keras jangka panjang adalah aset yang biasanya disimpan selama lebih dari lima tahun, sedangkan aset keras jangka pendek umumnya dimiliki selama lima tahun atau kurang.
Jenis aset keras yang Anda investasikan akan bergantung pada tujuan dan jangka waktu investasi Anda. Misalnya, jika Anda mencari opsi investasi stabil yang dapat memberikan penghasilan tetap, Anda mungkin ingin mempertimbangkan untuk berinvestasi dalam aset keras seperti real estat atau logam mulia. Di sisi lain, jika Anda mencari pengembalian yang lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih pendek, Anda mungkin ingin mempertimbangkan investasi aset keras jangka pendek seperti komoditas atau barang koleksi.
Terlepas dari apakah Anda berinvestasi dalam aset keras jangka pendek atau jangka panjang, penting untuk melakukan riset dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan sebelum membuat keputusan investasi apa pun. Dengan pengetahuan dan perencanaan yang tepat, investasi aset keras dapat menjadi cara yang efektif untuk menumbuhkan kekayaan Anda dari waktu ke waktu.
Aset keras vs. Aset tidak berwujud
Ada banyak jenis aset yang berbeda, dan perbedaan antara aset keras dan tidak berwujud adalah hal yang penting untuk dipahami. Aset keras, seperti real estat, logam mulia lainnya, minyak, dll. berwujud dan memiliki nilai bawaan yang dapat diukur dalam hal penggunaan atau nilai tukarnya. Di sisi lain, aset tidak berwujud, seperti kekayaan intelektual atau niat baik, adalah aset non-fisik yang tidak memiliki nilai berwujud.
Sementara kedua jenis aset dapat berharga, aset keras cenderung lebih stabil dan kurang rentan terhadap fluktuasi pasar daripada aset tidak berwujud. Ini menjadikannya pilihan investasi yang menarik bagi investor yang ingin melindungi kekayaan mereka dan meningkatkan pengembalian mereka dari waktu ke waktu. Namun, penting untuk diingat bahwa aset keras juga memiliki risiko tertentu, dan harus dipilih dengan cermat berdasarkan tujuan dan jangka waktu investasi Anda.

Aset tidak berwujud, kadang-kadang disebut sebagai aset lunak, adalah hal-hal non-fisik yang memiliki nilai dan termasuk
1. Kekayaan intelektual
Ini dapat mencakup paten, hak cipta, dan merek dagang.
2. Niat baik
Nilai perusahaan berasal dari reputasi dan basis pelanggannya.
3. Aset keuangan
Ini adalah item seperti saham, obligasi, dan opsi. Aset keras vs. aset finansial
Aset keras, di sisi lain, cenderung mempertahankan nilainya dari waktu ke waktu. Aset tidak berwujud sering rentan terhadap fluktuasi nilai, sedangkan aset keras menolak perubahan tersebut. Aset keras juga memberikan stabilitas selama penurunan ekonomi dan dapat menjadi lindung nilai terhadap inflasi.
Beberapa contoh umum dari aset keras termasuk:
1. Real estat
Ini termasuk properti komersial dan residensial.
2. Logam mulia
Emas, perak, dan platinum semuanya dianggap logam mulia.
3. Komoditas
Ini adalah sumber daya alam yang dibeli dan dijual untuk keuntungan ekonomi, seperti minyak atau biji-bijian.
Bagaimana perusahaan membayar aset keras?
Jika tim manajemen eksekutif perusahaan juga memiliki aset tetap, mereka harus membuat keputusan investasi modal sebelum memperoleh item tersebut. Aset keras seperti real estat, peralatan, dan mesin biasanya dibeli menggunakan kombinasi pembiayaan tunai atau ekuitas. Sebagai alternatif, perusahaan juga dapat meminjam dana dari bank untuk membiayai investasi aset keras mereka. Dalam beberapa kasus, perusahaan mungkin memilih untuk tidak membayar aset tetap di muka dan sebaliknya memperoleh nilai darinya dari waktu ke waktu dengan menyewakan atau menyewakan aset tersebut.
Manfaat Berinvestasi dalam Aset Keras

Ada banyak alasan mengapa investor dapat memilih untuk memasukkan uang mereka ke dalam aset keras. Aset keras cenderung menjadi investasi yang lebih stabil daripada aset tidak berwujud, dan mereka dapat memberikan lindung nilai terhadap inflasi. Aset keras juga menawarkan potensi pengembalian yang tinggi, yang menjadikannya pilihan investasi yang menarik bagi mereka yang ingin meningkatkan kekayaan mereka dari waktu ke waktu.
1. Selama Masa Ketidakpastian Ekonomi
Aset keras juga dapat berfungsi sebagai tempat yang aman bagi investor yang ingin melindungi tabungan mereka dan meminimalkan risiko.
Emas adalah contoh sempurna dari aset keras yang menurut banyak investor menarik. Dengan sejarah panjang mempertahankan nilai, emas telah menjadi pilihan populer bagi mereka yang ingin mendiversifikasi portofolio mereka dan mengurangi risiko volatilitas di pasar.
2. Selama masa Inflasi
Aset keras juga bisa menjadi cara yang efektif untuk melakukan lindung nilai terhadap kenaikan harga. Misalnya, real estat sering dipandang sebagai investasi yang aman bagi mereka yang ingin mengatasi dampak inflasi, karena telah lama dianggap sebagai lindung nilai yang efektif terhadap tekanan inflasi.
Risiko berinvestasi di Aset Keras
Seperti halnya jenis investasi, selalu ada risiko yang terlibat. Aset keras dapat kehilangan nilai jika ada penurunan permintaan atau penurunan ekonomi. Mereka juga dapat dikenakan risiko politik atau lingkungan. Namun, risiko ini dapat dikurangi dengan melakukan penelitian yang cermat dan memilih aset keras yang paling sesuai dengan tujuan investasi Anda.
Cara mendapat untung dari Aset Keras
Anda harus mencari perusahaan yang memiliki banyak aset keras di neraca mereka. Temukan perusahaan yang menghasilkan banyak pendapatan dari aset keras mereka, dan kemudian Anda harus berinvestasi di perusahaan dengan tim manajemen yang kuat yang berkomitmen untuk menumbuhkan nilai aset keras mereka. Anda juga dapat mempertimbangkan untuk berinvestasi dalam aset keras yang menawarkan pengembalian tinggi, seperti logam mulia, real estat, dan komoditas.
Anda juga harus mendiversifikasi investasi aset keras Anda untuk mengurangi risiko kerugian akibat fluktuasi pasar atau faktor ekonomi lainnya. Beberapa cara Anda dapat mendiversifikasi investasi Anda-
1. Real estat komersial
Berinvestasi dalam real estat komersial adalah cara yang bagus untuk mendapatkan keuntungan dari aset keras. Real estat komersial mencakup gedung perkantoran, toko ritel, gudang, dan jenis properti lainnya. Properti ini dapat disewakan untuk menghasilkan pendapatan, atau mereka dapat dijual untuk mendapatkan keuntungan ketika nilai properti dihargai.
2. Logam mulia
Logam mulia, seperti emas dan perak, umumnya memiliki korelasi yang rendah dengan pasar saham dan tidak terlalu terpengaruh oleh penurunan ekonomi. Dengan demikian, mereka dapat menjadi pilihan investasi yang baik bagi mereka yang ingin mendiversifikasi portofolio mereka atau melakukan lindung nilai terhadap inflasi.
3. Komoditas
Berinvestasi dalam komoditas adalah cara lain untuk mendapatkan keuntungan dari aset keras. Komoditas adalah sumber daya alam yang dibeli dan dijual untuk keuntungan ekonomi, seperti minyak atau biji-bijian. Berinvestasi dalam komoditas bisa menjadi usaha yang fluktuatif, tetapi juga dapat menawarkan potensi pengembalian yang tinggi.
4. Jaringan pipa energi
Jenis lain dari aset keras yang dapat menjadi investasi yang baik adalah jaringan pipa energi. Ini adalah proyek infrastruktur skala besar yang mengangkut gas alam atau minyak jarak jauh, biasanya melalui pipa bawah tanah. Jaringan pipa energi dapat menghasilkan arus kas yang stabil bagi perusahaan yang memilikinya, menjadikannya pilihan investasi yang solid.
5. Bandara
Bandara adalah jenis aset keras lainnya yang dapat menawarkan pengembalian investasi yang baik kepada investor. Bandara menghasilkan pendapatan dari biaya pendaratan, biaya penumpang, dan biaya kargo. Mereka juga cenderung menghargai nilai dari waktu ke waktu, menjadikannya pilihan investasi yang bijaksana bagi mereka yang mencari keuntungan dari aset keras.
Batasan Harta Keras
Aset keras bisa menjadi cara yang bagus untuk menumbuhkan kekayaan Anda, tetapi mereka juga memiliki beberapa keterbatasan. Salah satu kelemahan utama aset keras adalah sulit untuk dijual dengan cepat jika Anda perlu mengumpulkan uang tunai.
Aset keras juga cenderung kurang likuid dibandingkan jenis investasi lainnya, seperti saham atau obligasi. Terakhir, aset tetap dapat terkena risiko politik atau faktor lingkungan, yang dapat menyebabkan nilainya berfluktuasi tak terduga dari waktu ke waktu. Namun, keterbatasan ini dapat dikelola dengan melakukan penelitian yang cermat dan memilih aset keras yang sesuai dengan tujuan investasi Anda.
Kesimpulan!
Aset keras bisa menjadi cara yang bagus untuk menumbuhkan kekayaan Anda dan melindungi dari inflasi. Namun, selalu ada risiko yang terlibat dengan semua jenis investasi. Aset keras dapat kehilangan nilai jika ada penurunan permintaan atau penurunan ekonomi.
Mereka juga dapat dikenakan risiko politik atau lingkungan. Namun, risiko ini dapat dikurangi dengan melakukan penelitian yang cermat dan memilih aset keras yang sesuai dengan tujuan investasi Anda.
Baik Anda mencari keuntungan dari jaringan pipa energi, logam mulia, real estat komersial, atau jenis aset keras lainnya, ada banyak pilihan yang tersedia bagi investor saat ini. Jadi mulailah menjelajahi dunia aset keras dan temukan investasi yang paling cocok untuk Anda!
